Bupati Ayub Bilang PDAM Punya Tugas Tindaklanjuti MoU Air Bersih

ugas selanjutnya secara teknis ada pada Direktur PDAM kedua daerah ini bukan diarahkan pada pimpinan daerah. Seharusnya hal teknis sudah dilakukan

Bupati Ayub Bilang PDAM Punya Tugas Tindaklanjuti MoU Air Bersih
Pos Kupang/Edy Hayon
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki tanda tangan soal PDAM 

Laporan Wartawan Pos Kupang, com Edy Hayong

POS KUPANG.COM, OELAMASI --Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki menegaskan, tugas dari kedua pimpinan daerah baik di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sudah selesai yang ditunjukan melalui penandatanganan naskah kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) pengelolaan air bersih.

Tugas selanjutnya secara teknis ada pada Direktur PDAM kedua daerah ini bukan diarahkan pada pimpinan daerah. Seharusnya hal teknis sudah dapat dilakukan pimpinan PDAM sehingga tidak terkesan lambat.

"Hal teknis di lapangan itu seharusnya PDAM sudah tanggapi. Masa saya dengan Pak Jefri yang harus urus hal teknis. Kita sudah sepakati melalui penandatangan MoU pengelolaan air bersih. Kalau anakbuah saya lambat maka saya akan tegur.

Tinggal kita tanyakan kendalanya apakah karena anakbuah saya yang lambat atau di kota. Saya tidak setuju anak buah kerja seperti kerbau yang jalannya perlahan. Kalau sudah MoU maka harus segera dilaksanakan," kata Ayub Titu Eki, kepada Pos Kupang ketika dimintai tanggapannya soal MoU pengelolaan air bersih, Selasa (10/4/2018).

Menurut Ayub Titu Eki, kedua pimpinan pemerintahan baik Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sudah sama-sama sepakati dalam hal pengelolaan air bersih melalui MoU. Itu artinya tidak ada persoalan lagi karena langkah berikutnya yang dilakukan adalah hal teknis di lapangan. Persoalan teknis itu sesungguhnya yang lebih memahami ada pada PDAM kedua daerah ini bukan dilemparkan kembali ke pimpinan.

"Kalau pimpinan daerah sudah sepakati dalam MoU maka tugas PDAM melaksanakan. Saya sendiri belum tahu kendala teknisnya apakah ada di Kabupaten Kupang atau di Kota Kupang. Kalau di Kabupaten Kupang maka saya akan panggil orang PDAM dan saya tanyakan kenapa belum ditindaklanjuti MoU pengelolaan air bersih itu. Masa semua harus tunggu perintah dari pimpinan. Anakbuah di lapangan harusnya sudah kerja bukan tunggu," kata Ayub.

Sebelumnya, Ketua (DPRD Kabupaten Kupang, Yoseph Lede menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang tidak konsisten pasca penandatanganan MoU soal pengelolaan air minum oleh PDAM. MoU yang sudah ditandatangani bersama tanggal 20 Oktober 2010 lalu seperti hanya main-main sehingga sampai April 2018 tidak ada pelaksanaan di lapangan.

Pemerintah kedua daerah ini harus serius melaksanakan kesepakatan itu karena masyarakat sangat membutuhkan air bersih sekarang ini.

Yoseph Lede kepada Pos Kupang, Selasa (3/4/2018) mengatakan, pada penandatanganan MoU soal pengelolaan air bersih oleh PDAM kedua daerah ini, selaku pimpinan dewan ikut menandatangani. Itu artinya dewan mendukung penuh dan diharapkan segera direalisasikan. Apalagi ketika itu disepakati dilaksanakan Desember 2017 namun sampai sekarang tidak ada langkah konkrit sedikitpun.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved