Menggugat Bisnis Manusia di NTT

Adalah Milka Boimau, satu dari ratusan mayat TKI NTT yang dikirim pulang. Kuat dugaan keluarga ada indikasi penjualan

Menggugat Bisnis Manusia di NTT
POS KUPANG/EDY HAYON
Aksi damai memerangi human trafficking di depan Markas Polda NTT di Kupang, Rabu (28/3/2018.) 

Oleh: Yahya Ado
Anggota Komite Peduli Perdagangan Orang (KPPO) NTT

POS KUPANG.COM -- Fenomena bisnis manusia atau perdagangan orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) begitu masif terjadi. Heboh berita kematian para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal NTT silih berganti.

Nasib tragis menimpa ratusan warga provinsi termiskin ketiga di republik ini yang harus pulang terbaring kaku dalam peti mati. Satu persatu para pejuang devisa negara terbesar itu kembali tak lagi bernyawa. Bahkan, ada yang tak lagi memiliki organ di dalam tubuhnya.

Adalah Milka Boimau, satu dari ratusan mayat TKI NTT yang dikirim pulang. Kuat dugaan keluarga ada indikasi penjualan organ tubuh. Karena jahitan di tubuhnya dari leher sampai ke celana menggunakan tali senar. Ini terlalu jauh dari kode etik dan aturan medis.

Keluarga melaporkan kasus ini kepada Kapolda NTT dan meminta untuk melakukan autopsi ulang. Di saat bersamaan, keluarga bersama Komite Peduli Perdagangan Orang (KPPO) NTT melayangkan surat kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mempertanyakan kematian Milka yang mengenaskan itu.

Baca: Polisi Ciduk Pelaku Human Trafficking, Perekrut Yuliana Kana yang Tewas di Malaysia

Pecah tangis menghempas dalam kerumunan peti mati. Hujan air mata dari sanak keluarga bercucuran. Derai doa meleleh di atas pusara belahan hati mereka. Antara percaya dan tidak, tetapi mereka hanya bisa bercakap dengan peti kaku tak punya suara.

Dari saat mendengar kabar kepergian, sampai menanti peti mati parkir di tepi liang kubur. Para kudus hanya mampu berucap kata suci, lalu karib kerabat mengamini. Jalan pulang anak tanah NTT ke kempungnya tak seindah janji manis saat mereka direkrut menjadi TKI/TKW.

Data BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) menyebutkan dari tahun 2015 sejumlah 28 TKI NTT dikirim pulang dalam kondisi meninggal dunia.

Di tahun 2016 sejumlah 46 orang, dan 2017 sejumlah 62 orang meninggal. Sedang di tahun 2018 yang baru tiga bulan saja sudah berjumlah 23 orang TKI asal NTT mati.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved