Etnis Jawa Ikut Pawai Jemaat GMIT Benyamin

Pawai Paskah dalam kebersamaan ini dikemas dengan balutan pakaian tenis, yang diikuti sekitar 2.000 orang jemaat dari 16 rayon

Etnis Jawa Ikut Pawai  Jemaat GMIT Benyamin
pos kupang.com, yeni rachmawaty
Ketua Panitia, Pnt Yorim Doki ketika membacakan laporan panitia Pawai Etnis di Gereja GMIT Benyamin, Minggu (1/4/2018). Area lampiran Klik di sini untuk Balas atau Teruskan 13,62 GB (90%) dari kuota 15 GB telah digunakan Kelola Persyaratan - Privasi Aktivitas akun terakhir: dalam 21 jam Saat ini sedang digunakan di 1 lokasi lainnya Detail

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah dan Pentakosta tahun ini, Jemaat Benyamin Oebufu menggelar Pawai Paskah berupa Pawai Etnis yang dimulai dari halaman Gereja GMIT Benyamin Oebufu, Minggu (1/4/2018).
Bertemakan "Terpanggil Menjadi Hamba Kebenaran yang Menghargai Perbedaan,

Memperjuangkan Keadilan dan Perdamaian" ini, Ketua Panitia Pawai Etnis, Pnt Yorim Doki,
menyampaikan Pawai Paskah merupakan peristiwa suka cita yang diapresiasi oleh seluruh jemaat Benyamin yang telah dilaksanakan sudah enam tahun.

Pawai Paskah dalam kebersamaan ini dikemas dengan balutan pakaian tenis, yang diikuti sekitar
2.000 orang jemaat dari 16 rayon, para tamu dan undangan dari laur.

Dalam Pawai Paskah ini, ia mengajak agar para peserta Pawai menghadirkan perbedaan-perbedaan itu baik suku ras agama golongan dan lain-lain dalam satu komitmen yang indah.

"Keberagaman ditunjukkan dengan hadirnya semua suku, seperti Suku Timor, Amarasi, Malaka, Bajawa, Manado Toraja dan Jawa serta atraksi budaya dari semua suku yang ada. Perkumpulan kawanua, Etnis Jawa yang hadir dengan Reok Ponorogo," tuturnya.

Baca: Wakapolres Lembata Sebut Tak ada Noda Selama Pekan Suci

Pawai Etnis ini, katanya, mendorong kepekaan dan aksi nyata tentang keberagaman bangsa untuk menyadari isu hoax dan human trafficking yang perlu diperjuangkan bersama.
Ia mengatakan

Perayaan paskah di Jemaat Benyamin sudah dimulai sejak Feburari ditandai dengan minggu-minggu sengsara dan berbagai perlombaan seperti lomba menghias salib antar rayon, menghias telur paskah dan lainnya.

Panitia akan terus melaksanakan tugas hingga Pentakosta yang berfokus pada pengembangan jemaat. (*)

Tags
GMIT
Paskah
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help