Di Gunung Ini Jenazah Pendaki Tak Dievakuasi dan Dijadikan Penunjuk Jalan. Ini Foto-fotonya!

Bahkan, beberapa pendaki meninggal akibat mengalami batuk saat berada di Death Zone.

Di Gunung Ini Jenazah Pendaki Tak Dievakuasi dan Dijadikan Penunjuk Jalan. Ini Foto-fotonya!
Pinterest

Pengevakuasian merupakan sebuah misi bunuh diri, apalagi dibutuhkan biaya dan sumber daya manusia yang berlimpah untuk melakukan evakuasi.

Sebuah hal yang wajar saat melihat tubuh pendaki dan melangkah melewatinya di sepanjang jalur di area Death Zone di Everest. Bahkan, tubuh para pendaki tersebut menjadi tengara bagi para pendaki yang hendak menuju puncak.

Contohnya adalah patokan "green boots" di jalur timur laut, yang dipercaya sebagai Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996.

Julukan "green boots" ini berasal dari sepatu botnya yang berwarna hijau cerah. Namun, pada 2014, patokan ini sempat menghilang. Bisa jadi karena dipindahkan atau telah terkubur, dan dilaporkan terlihat kembali pada 2017.

Green Boots adalah salah satu tengara atau patokan dalam perjalanan menuju puncak Everest di jalur timur laut. Nama ini diambil dari sepatu bot berwarna hijau menyala milik Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996.
Green Boots adalah salah satu tengara atau patokan dalam perjalanan menuju puncak Everest di jalur timur laut. Nama ini diambil dari sepatu bot berwarna hijau menyala milik Tsewang Paljor, seorang pendaki berkebangsaan India yang kehilangan nyawanya di Everest pada 1996. (Maxwelljo40/Wikimedia Commons)

Namun, banyaknya pendaki yang kehilangan nyawanya di Death Zone tidak membuktikan bahwa zona tersebut tidak bisa dilewati.

Pada 8 Mei 1978, Reinhold Messner dan Peter Habeler melakukan hal yang sebelumnya dianggap mustahil, yaitu berhasil melewati Death Zone tanpa menggunakan tabung oksigen.

Kini, Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) yang tergabung dalam tim WISSEMU (the Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar), akan berusaha untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Everest pada pertengahan Mei 2018 melalui jalur utara.

Misi ini untuk menggenapi pendakian mereka menuju 7 puncak di 7 lempeng benua untuk mengharumkan nama Indonesia. (Dian Indah Carolina. Sumber: cnn.com, mpora.com)

Follow Instagram Pos Kupang di Bawah Ini:

Baca: Wakapolres Lembata Ungkapkan Kondisi Perayaan Paskah di Lembata

Halaman
123
Editor: Djuwariah Wonga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help