Penjaga Kepela Tuhan Senhor Wureh Sebut Peziarah Pertama Tiba di Wureh Pukul 04.30 Wita

Tuhan Tidur adalah arca Tuhan Yesus yang terbaring pada kerandanya dan setiap peziarah memberinya penghormatan dengan sebuah kecupan.

Penjaga Kepela Tuhan Senhor Wureh Sebut Peziarah Pertama Tiba di Wureh Pukul 04.30 Wita
POS KUPANG/FELIX JANGGU
Para peziarah yang hendak berangkat ke Wureh Adonara Barat berdatangan ke Pante Paloh untuk menyebrang ke Wureh Adonara Barat Kamis (29/3/2018). 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA-- Domi Are, penjaga Kepela Tuhan Senhor di Wureh, Adonara Barat mengagumi semangat peziarah yang datang ke Wureh untuk memberi penghormatan kepada Tuhan Tidur dan Tuhan Berdiri.

Tuhan Tidur adalah arca Tuhan Yesus yang terbaring pada kerandanya dan setiap peziarah memberinya penghormatan dengan sebuah kecupan.

Demikian juga Tuhan Berdiri, arca Tuhan Yesus yang berdiri. Umat memberinya penghormatan dengan kecupan di kakinya.

Para peziarah yang baru saja tiba di Pelabuhan Pendaratan Ikan hendak berangkat ke Wureh Adonara Barat, Rabu petang (28/3/2018).
Para peziarah yang baru saja tiba di Pelabuhan Pendaratan Ikan hendak berangkat ke Wureh Adonara Barat, Rabu petang (28/3/2018). (POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU)

Di samping kanan patung ini, terdapat patung ayam Jago. Ayam Jago ini dalam kisah Kitab Suci digambarkan berkokok mengingatkan akan penyangkalan Petrus kepada Yesus.

Kapa pertama yang mendarat di Pelabuhan Wureh Kamis pagi (29/3/2018), jelas Domi sudah tiba Pukul 04.30 wita.

Gelombang pertama tidak ada antrian. Namun sejak Pukul 06.00 wita, antrian sudah ada di depan Kepela Tuhan Senhor Wureh.

Domi memperkirakan jumlah umat Katolik yang berziarah ke Wureh sebanyak 6000.

"Sudah sejak kemarin peziarah sudah datang. Kemarin sudah ratusan, tapi hari ini diperkirakan 6000 ribu peziarah," cerita Domi.

Sama seperti di Kota Larantuka saat Patunng Tuan Ma diarak keliling Kota, di Wureh juga menjalankan prosesi yang sama.

Perbedaannya Wureh tidak memikiki Patung Tuan Ma. Yang diarak dalam prosesi malam Jumat Agung adalah Patung Tuhan Tidur yang disemayamkan di dalam kerandanya.

Selama prosesi melalui tujuh armida atau perhentian. Dan tujuh suku ini berperan penting dalam prosesi ini yakni Pohon Waru, Kemoko, Kampo Timo, Kampo Besa, Kuskosta, Batu Mea, dan Kampo Cina. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help