Samana Santa 2018

Hujan Lebat Iringi Prosesi Laut dan Tuan Ma di Larantuka

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga ikut berziarah dan mengambil bagian dalam ibadah Jumat Agung yang dipimpin Uskup Larantuka MGR Fransiskus

Hujan Lebat Iringi Prosesi Laut dan Tuan Ma di Larantuka
pos kupang.com, feliks janggu
Ditengah hujan lebat, ribuan peziarah mengantar Tuan Ma dari Kepela Tuan Ma ke Gereja Katedral Larantuka Jumat (30/3/2018).

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA- Hujan lebat mengguyur kota Larantuka Flotim Jumat petang (30/3/2018). Akibatnya robuan peziarah yang sedang berdoa ikut basah kuyup. Apalagi saat peziarah mengiringi perjalanan Tuan Ma dari Kepala Tuan Ma menuju Gereja Katedral Larantuka.

Hujan lebat jatuh tiada henti. Sejak prosesi laut pengantaran Patung Yesus Wafat di Kayu Salib, tiba-tiba hujan turun. Peziarah tak bergeming dan menghantar Patung Yesus Wafat di Kayu Salib sampai di Pante Kuce.

Patung Yesus Wafat di Salib setelah ditahtakan di armidanya di pohon sirih, hujan kembali turun. Terutama saat Tuan Ma diarak ke Katedral Larantuka. Semua peziarah basah kuyup terkena hujan. Jalan raya penuh timbunan air hujan.

Meski demikian ribuan peziarah berpakaian serba hitam itu tampak tetap setia pada barisan. Mereka khusuk berdoa dalam barisan mengantar Patung Tuan Ma menuju Katedral Larantuka.

Sebagian kecil peziarah, terutama anak-anak terpaksa keluar dari barisan. Badan mereka gemetar kedinginan.

Menariknya melihat begitu banyak peziarah yang bertahan dalam barisan, peziarah lain yang sebelumnya mencari naungan malah ingin berbaris di bawah guyuran hujan.

Mereka ikut berlari keluar dari rumah-rumah, dan berbaris di tengah guyuran hujan lebat. "Kesetiaan mereka tak bisa dihentikan oleh hujan," celetuk beberapa peziarah yang bersujud dari luar jalur prosesi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga ikut berziarah dan mengambil bagian dalam ibadah Jumat Agung yang dipimpin Uskup Larantuka MGR Fransiskus Kopong Kung, Pr.

Hadir juga Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon, wakil bupati Agustinus Payong Boli, Calon Gubernur NTT Benny K.Harman dan Forkopimda Flotim.

Pantauan Pos Kupang.com, prosesi laut cukup meriah.

Puluhan ribu peziarah mengantri berderet di tepi pantai, memberikan penghormatan kepada Patung Yesus Wafat di Salib yang diarak melalui Berok Tuhan.

Petugas Polair, SAR dan panitia tampak sibuk di detik-detik Berok Tuhan (perahu penghantar Patung Yesus Wafat di Salib) hendak diantar ke Pante Kuce. Kapal-kapal yang jumlahnya mencapai ratusan diperingatkan tidak mendahului puluhan sampan iringan Berok Tuhan.

Kepada para peziarah yang menyaksikan jalannya prosesi dari tepi pantai diperingatkan untuk tidak menggunakan payung dan topi selama prosesi. Baik di laut maupun di darat, aparat TNI dan Polri selalu siaga dan membantu kelancaran devosi dari para peziarah. (*)

Baca: Pdt. Yohanis Ratu Bilang Prosesi Jalan Salib Bukan untuk Makan Puji

Penulis: Felix Janggu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved