Gereja GMIT Benyamin Gelar Pawai Etnis Hadirkan Empat Tokoh Agama

Pdt Samuel menjelaskan pawai akan dilaksanakan pada Minggu (1/4/2018), membalut kesan paskah dan simbol keberagaman melalui pakaian etnis

Gereja GMIT Benyamin Gelar Pawai Etnis Hadirkan Empat Tokoh Agama
pos kupang.com, yeni rachmawaty
Gereja GMIT Benyamin Gelar Perjamuan Kudus Paskah 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Dalam momen Paskah sesuai kalender Gerejawi, Gereja GMIT Benyamin Oebufu menggelar berbagai kegiatan mulai dari Minggu Sengsara, Paskah, Kenaikan hingga Pante Costa yang berakhir pada 20 Mei mendatang.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Benyamin Oebufu, Pdt Samuel Pandie, ketika ditemui wartawan di gereja tersebut, panitia mengembangkan beberapa kegiatan seperti lomba, pengembangan jemaat, pengembangan ekonomi yang muatannya disempurnakan dalam kegiatan pawai bentuk cinta lingkungan.

Pdt Samuel menjelaskan pawai akan dilaksanakan pada Minggu (1/4/2018), dengan membalut kesan paskah dan simbol-simbol keberagaman melalui pakaian etnis yang digunakan.

Dijelaskan lebih lanjut, usai kebaktian pada pagi hari, pukul 12.00 Wita panitia mulai melakukan persiapan pembukaan pawai, sekitar pukul 13.00 Wita pembukaan dilaksanakan yang dihadiri oleh Walikota, Wakil Walikota Kupang, Empat Tokoh Agama yakni Kristen, Katolik, Islam dan Hindu, Kawanua, Manado Toraja dan Etnis Jawa.

"Kami targetkan kali ini peserta pawai Dua ribu orang. Start mulai dari Gereja Benyamin, mengitari Jalan Souverdy, RS Leona dan Bundaran PU. Sampai di bundaran akan dilakukan penanaman, penandatangan spanduk, penyalaan seribu lilin perdamaian dan keadilan, kemudian dilanjutkan dengan tarian etnis massal. Setelah itu kembali ke Gereja untuk lakukan ucap syukur dan pembagian doorprize," jelasnya.

Pdt Samuel menyampaikan sudah tiga tahun ini Gereja GMIT Benyamin melaksanakan pawai etnis. Namun, kali ini dikemas dalam bentuk yang lebih berbeda untuk memberikan sesuatu yang menarik dan ingin berkontribusi untuk pariwisata NTT, khususnya kota Kupang saat perayaan Paskah.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan potensi wisata ke depan hingga membutuhkan dorongan dari pemerintah.

"Kami memiliki mimpi besar suatu ketika kegiaran ini menjadi sesuatu yang unik di kota dan menjadi destinasi wisata rohani. Karena mengandung pesan kebangsaan dan keberagaman," ujarnya.

Ia juga mengaku senang atas spontanitas saudara-saudara beragama lainnya, ketika mereka mereka sedang melangsungkan pawai diberi minuman dari kios-kios yang berjualan di tepi jalan.

"Padahal kita tidak pernah meminta. Tapi teman-teman beragama lain spontan memberikan minuman. Ini menunjukkan akar relasi persaudaraan jauh lebih kuat dari teori perbedaan," ujarnya.(*)

Baca: Hujan Lebat Iringi Prosesi Laut dan Tuan Ma di Larantuka

Tags
GMIT
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help