Kamis Putih 2018

Umat Katolik Padati Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Ikut Misa Pertama

Umat yang lain terpaksa harus rela berdiri dan duduk dipinggir taman gereja saat perayaan ekaristi.

Umat Katolik Padati Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Ikut Misa Pertama
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Umat Katolik saat ikut perayaan misa I Kamis Putih di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Kamis (29/3/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Misa pertama di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang dihadiri ribuan umat katolik.

Misa Kamis Putih pertama yang  dimulai pukul 17.00 Wita ini dipimpin RD. Fransiskus Kopong dan koor ditanggung oleh Wilayah IV Paroki Kristus Raja Katedral, Kamis (29/3/2018).

Sebagaimana Pantauan POS-KUPANG.COM, umat tumpah ruah hadir saat perayaan ekaristi.

Di dalam gereja tampak penuh. Bahkan tenda di luar gereja tampak terisi. Sehingga umat yang lain terpaksa harus rela berdiri dan duduk dipinggir taman gereja saat perayaan ekaristi.

Baca: Apindo jadikan Pengusaha lebih Berperan Membangun Ekonomi NTT

Meskipun tak mendapat tempat duduk. Ratusan umat yang berada di luar gereja tampak khusuk mengikuti upacara ekarisi tersebut.

Dalam kotbahnya, RD. Fransiskus Kopong, mengajak semua umat untuk betul-betul memaknai misteri Tri Hari suci.

RD. Fransiskus juga mengajak semua umat untuk rendah hati untuk bersahaja dihadapan Allah.

"Tetapi harus menjadi seratus persen melayani Allah. Bahwa memasuki Tri Hari Suci ini marilah kita semua senantiasa menjaga bersama sengsara misteri Jumat Agung," ungkap RD. Fransiskus Kopong.

Baca: Pria di Manggarai Terjatuh Usai Terdengar Letusan Senjata, Ternyata Ini yang Terjadi

RD. Fransiskus juga dalam kotbahnya menyinggung soal umat yang hadir perayaan ekaristi tapi pulang sebelum berkat penutup.

Menurut RD. Fransiskus pulang sebelum berkat penutup sama seperti Yudas Iskariot yang menjual Yesus.

RD. Fransiskus mengajak untuk misa hingga usai berkat penutup baru bisa pulang ke rumah masing-masing. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help