Gubernur NTT Melakukan Panen Jagung RPM Malaka

untuk sama-sama mencari pasar sehingga jagung milik masyarakat bisa dijual dengan harga yang relatif baik. Ketika produksi jagung masyarakat meningkat

Gubernur NTT Melakukan Panen Jagung RPM Malaka
pos kupang.com, teni jenahas
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya didampingi Bupati Malaka, Stafanus Bria Seran saat panen raya jagung hasil program RPM, di Wewiku, Malaka, Senin (27/3/2018).

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN -Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya memanen jagung hasil program Revolusi Pertanian (RPM) di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Senin 26/3/2018). Gubernur didampingi Bupati Malaka, Stafanus Bria Seran.

Frans Lebu Raya dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malaka dan petani yang telah mendukung program pemerintah provinsi NTT yakni, menjadikan NTT sebagai provinsi jagung.

Lebu Raya merasa bangga karena hasil panen jagung mencapai 6,38 ton per hektare. Hal itu menunjukan produktivitas jagung sangat bagus.

Lebu Raya berpesan kepada pemerintah Kabupaten Malaka untuk sama-sama mencari pasar sehingga jagung milik masyarakat bisa dijual dengan harga yang relatif baik. Ketika produksi jagung masyarakat meningkat maka pasar sangat dibutuhkan.

Kemudian, mendorong masyarakat untuk menggunakan teknologi yang sudah diberikan oleh para tim pakar serta mempertahankan sistem teknologi yang sudah didapat sehingga Kabupaten Malaka bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat di kabupaten lain.

Lebu Raya mengatakan, masyarakat tidak perlu malu makan jagung karena jagung merupakan makanan bergizi.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sekapur sirinya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malaka mengembangkan komoditi jagung dengan beberapa alasan, pertama, Pemkab Malaka ingin mendukung program pemerintah provinsi yakni menjadikan NTT sebagai provinsi jagung.

Kedua, daerah Malaka merupakan daerah paling subur di Timor, ketiga, sebagian besar masyarakat Malaka atau 80 persen lebih berprofesi sebagai petani. Keempat, orang Malaka bisa menyekolahkan anak sampai menjadi orang besar dari hasil jagung.

Dari sejumlah alasan tersebut, Pemerintah mencanangkan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang sudah berjalan dua tahun dan hasilnya sudah dirasakan masyarakat Malaka.

Menurut Bupati Stef, secara sederhana definisi RPM adalah upaya yang sungguh-sungguh dengan cara-cara yang luar biasa dalam tempo sesingkat-singkatnya supaya masyarakat kelimpahan makanan. (*)

Baca: Kasus di SMKN 1 SoE, Kepala Sekolah Surati Dinas Pendidikan NTT

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help