Pelajar Berdoa Untuk Almarhumah Nuryanti di Bukit Cinta, Lalu Bawa Karangan Bunga ke RS

Para pelajar tersebut merupakan komunitas dampingan Suster Maria Yosephina Pahlawati, dari Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo.

Pelajar Berdoa Untuk Almarhumah Nuryanti di Bukit Cinta, Lalu Bawa Karangan Bunga ke RS
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Suasana saat para pelajar bersama Suster Yosephina berdoa dan membawa karangan bunga untuk jenazah Almarhumah Nuryanti.

POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS/Berdoa--Suasana saat para pelajar bersama Suster Yosephina berdoa dan membawa karangan bunga untuk jenazah Almarhumah Nuryanti.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM|LABUAN BAJO--Para pelajar di kota Labuan Bajo, berdoa bersama sambil menyalakan lilin di ruas jalan umum Bukit Cinta tepatnya di lokasi jenazah almarhumah Nuryanti (29), dibuang oleh pacarnya ATT alias RH (26) Agustus 2017 lalu dan baru ditemui November 2017.

Para pelajar tersebut merupakan komunitas dampingan Suster Maria Yosephina Pahlawati, dari Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo.

"Kami bersama para pelajar mengunjungi tempat jenazah almarhumah ditemukan, yaitu di Bukit Cinta. Berdoa bersama di tempat itu sambil menyalakan lilin. Lalu kami semua ke RSUD membawa karangan bunga dan juga berdoa karena jenazah almarhumah sedang dibaringkan di sana," kata Suster Yosephina kepada Pos Kupang.Com, Senin (26/3/2018).

Doa bersama untuk almarhumah itu kata dia, telah dilakukan pada Hari Sabtu (24/3/2018) sore hingga malam, didampingi oleh petugas kepolisian dari Polres Manggarai Barat (Mabar).
"Kami peduli, sekaligus sangat prihatin dengan kejadian yang dialami almarhumah. Semoga tidak ada lagi kejadian serupa," tutur Suster Yosephina saat ditemui di Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak di Labuan Bajo.

Sebelumnya diberitakan, ATT membunuh pacarnya Nuryanti di salah satu kamar hotel di Labuan Bajo, dengan cara mencekik.

Setelah Nuryanti menghembus nafas, ATT memandikan jenazah dan mengganti pakaiannya lalu adzan, selanjutnya meletakan jenazah ke dalam karung.

Karung itu diangkutnya menggunakan sepeda motor ke Bukit Cinta dan membiarkan jenazah di sana.

Kejadian itu berlangsung pada Agustus 2017 lalu. Kerangka jenazah baru ditemui secara tidak sengaja oleh warga pada November 2017.

ATT berhasil dibekuk Buser Polres Mabar di kampung halamannya di Bulukumba-Sulawesi Selatan pada Senin (19/3/2018).

Dia sudah ditahan di sel Polres Mabar, setelah tiba di Labuan Bajo Hari Rabu (21/3/2018) usai menempuh perjalanan Bulukumba - Makassar - Denpasar - Labuan Bajo.

Polisipun sedang menangani dan mendalami kasus itu.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help