Pasangan Bukan Suami Istri Ditangkap Polisi dan Diancam 10 Tahun Penjara karena Lakukan Ini

Polisi berhasil mengamankan pasangan bukan suami istri yang diduga melakukan aborsi

Pasangan Bukan Suami Istri Ditangkap Polisi dan Diancam 10 Tahun Penjara karena Lakukan Ini
Net
Ilustrasi selingkuh 

POS-KUPANG.COM, POLEWALI MANDAR - Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Polewali Mandar mengamankan pasangan bukan suami istri yang diduga melakukan aborsi. Polisi menduga, calon bayi yang diaborsi tersebut merupakan hasil hubungan gelap keduanya.

Adapun pasangan yang diamankan tersebut berinisial Y (25) dan R (24). Keduanya sudah berumah tangga dengan pasangan masing-masing.

Baca: Kakek 72 Tahun Ini Miliki Uang Puluhan Juta. Sudah 4 Hari Dirawat Belum Ada yang Menjenguk

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Niki Ramdani mengatakan, pelaku aborsi ini diamankan setelah adanya laporan dari pihak keluarga perempuan mengenai video singkat yang menggambarkan janin dalam keadaan meninggal.

Baca: Agar Lolos, TKI Ilegal Asal Manggarai Kibuli Petugas Kunjungi Keluarga di Luar Negeri

Polisi pun melakukan pengusutan hingga kedua orang itu ditangkap di tempat berbeda. Adapun Y diamankan di Rea Barat, Kecamatan Matakali, sedangkan R (24) diamankan di rumahnya di Jalan Bahari, Polewali.

Berdasarkan hasil interogasi, kata Niki, keduanya mengaku menggugurkan bayi yang umurnya lebih kurang lima bulan tersebut kemudian menguburkannya tak jauh dari tempat tinggal R.

Baca: Ini Kebiasaan yang Bisa Picu Pasangan Berselingkuh

"Untuk percobaan pengguguran ini sudah kali kedua dilakukan tersangka dengan cara meminum obat penggugur kandungan yang biayanya mencapai Rp 1 juta hingga janin tersebut meninggal. Kejadian pertama pernah dilakukan, tetapi tidak berhasil, akhirnya mencoba yang kedua kalinya," kata Niki.

Pasangan itu kini mendekam di balik jeruji Mapolres Polewali Mandar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 75a junto Pasal 45a. Ancaman hukumanya 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help