Kesederhanaan yang Tak Berubah dari Mama Emi

Mama Emi juga tidak berubah dalam memegang adat dan budaya Timor. Hal ini tampak dari buah-buah pinang yang berhamburan di dapur rumahnya.

Kesederhanaan yang Tak Berubah dari Mama Emi
ISTIMEWA
Mama Emi pada suatu kesempatan di rumahnya di Jalan Cak Doko, Kota Kupang. 

Sementara di bagian luar rumah didirikan tenda sampai ke tempat berjualan di pinggir jalan.

Yanti (45), ibu penjual gorengan di depan rumah Mama Emi, bercerita kesederhanaan politisi perempuan PDI Perjuangan itu juga tampak dari kehidupannya sehari-hari.

Dia mengenang, sewaktu terjadi banjir di Noelmina, Mama Emi tampil berbeda saat mengunjungi lokasi bencana.

Baca: As Roda Patah di depan Lippo Plaza, Mobil ini Berjalan Mundur. Kejadian Berikutnya Mengerikan

"Karena situasi mendadak dan darurat, Mama Emi pergi mengenakan celana pendek. Sampai di sana, sebagian besar pejabat lain mengenakan pakaian yang sangat rapi," kata Yanti sambil tertawa.

Yanti yang sudah berjualan 18 tahun di depan rumah Mama Emi juga senang jika perempuan berambut putih tersebut pergi ke pasar.

Sebab, dia akan membeli sesuatu ke lebih dari satu pedagang dalam jumlah yang sama.

"Maksudnya kalau membeli lima kilogram daging, dia akan membeli di lima penjual. Masing-masing satu kilo. Biar semua rasa," kata Yanti.

"Sebagai seorang pedagang, saya merasakan betul kesenangan yang dirasakan para pedagang pasar itu," imbuhnya sambil tertawa.

Baca: MANTAP! Tahun ini 2400 BTS Telkomsel di NTT Jadi Layanan 4G

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved