Empat Bulan Sikka Tanpa Vaksin Rabies Hewan

Vaksin hewan penular rabies (HPR) anjing, kucing dan kera saat ini tidak tersedia di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Empat Bulan Sikka Tanpa Vaksin Rabies Hewan
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Korban gigitan anjing yang diduga rabies terbaring di UGD RSUD dr. TC Hillers, Maumere, Pulau Flores, Kamis (16/3/2017) pukul 23.40 Wita. 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Vaksin hewan penular rabies (HPR) anjing, kucing dan kera saat ini tidak tersedia di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Masyarakat di Kabupaten Sikka dan semua daerah di Pulau Flores diliputi kewaspadaan, karena anjing peliharaan potensial menjadi musuh bagi tuanya.

Baca: Ini Imbauan Kepala Stasiun Klimatologi Kupang untuk Petani di Masa Pancaroba

"Pengadaan vaksin yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 diperkirakan paling lambat baru ada sekitar awal bulan Mei 2018," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka, Ir. Hengky Sali, kepada Pos-Kupang.Com, Rabu (21/3/2018) di Maumere.

Baca: Wow! Di Pulau Solor Sudah Ada Alat Pencampur Aspal

Hengky mengakui kasus gigitan anjing menimpa warga Desa Riit di Kecamatan Nita, Jumat (16/3/2018), mendatangkan kerisauan kepada warga masyarakat setempat dan desa-desa sekitarnya. Anjing itu setelah mengggit kabur dari kampung dan berpotensi menggigit anjing lainnya.

"Saat ini, vaksin rabies untuk hewan memang kosong di Sikka. Anjing telah tertular virus rabies, potensial tularkan lagi rabies kepada anjing lainya karena tidak bisa divaksin," ujar Hengky.

Hengky mengakui pernah mengajukan anggaran pengadaan vaksin anjing pada pembahasan RAPB tahun 2017, namun dengan alasan devisit anggaran daerah, pembelian vaksin anjing rabies dicoret. Menurut Hengky, idealnya setahun dilakukan dua kali vaksin rabies, sehingga kekebalan anjing terus terjaga.

Penanganan rabies, kata Hengky, dilakukan lintas daerah untuk mengatasi mutasi anjing antardaerah. Pos-pos perbatasan harus diaktifkan kembali perannya.

"Mutasi hewan antardaerah ini kan tinggi. Orang bisa saja bawa anjing dari Ende lewat perbatasan pantai utara di Kota Baru dengan Kecamatan Magepanda. Dari arah selatan di Wolowiro atau dari arah timur perbatasan Flores Timur dengan Sikka," imbuh Hengky. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved