Bulog Relaunching Gerakan Stabilisasi Pangan

Bulog Divre NTT melakukan launching GPS agar masyarakat bisa memahami ada barang yang murah dengan harga yang kompetitif.

Bulog Relaunching Gerakan Stabilisasi Pangan
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Ketua Satgas Pangan menyerahkan komoditi yang dibeli oleh masyarakat pada acara relaunching GPS. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Bulog Divre NTT melakukan launching Gerakan Stabilisasi Pangan (GPS) agar masyarakat bisa memahami ada barang yang murah dengan harga yang kompetitif.

Baca: BRI Capem Mbay Jamin ATM Aman dari Skimming

Relaunching GPS ini berlangsung, Senin (19/3/2018) di Bulog divre NTT. Hadir pada kesempatan itu Kepala Bulog Divre NTT, Efdal M Sulaiman, Ketua Satgas Pangan, Kombes Pol Daniel Yudo Ruhoro serta Joni Waleng, SE, Kabag Sarana dan Prasarana Perekonomian Biro Ekonomi Setda NTT.

"Ini setiap tahun berkesinambungan sehingga masyarakat tahu bahwa ini ada barang dengan harga yang kompetitif dan terjangkau, ya di GPS ini," katanya.

Relaunching Gerakan Stabilitas Pangan oleh Kepala Bulog Divre NTT, Marius Efdal Marilius, didampingi undangan lainnya.
Relaunching Gerakan Stabilitas Pangan oleh Kepala Bulog Divre NTT, Marius Efdal Marilius, didampingi undangan lainnya. (POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO)

Sekarang ini tidak hanya beras tapi ada juga komoditi lainnya seperti gula pasir yang dijual dengan harga Rp 12.500/kg, tepung terigu Rp 8000/kg, beras premium kemasan, minyak goreng Rp 13.500/kg, bawang merah dan juga bawang putih. Semuanya harga di bawah harga pasar

Menurutnya, selain di GPS, juga komoditi ini dijual di Rumah Pangan Kita sehingga masyarakat bisa mendapatkan komoditi ini dengan mudah dan gampang.

Baca: DPRD NTT Usul PAW Tiga Anggota, Siapa Ya?

Dari Biro Ekonomi Setda NTT, Joni Waleng mengatakan, gerakan ini perlu gaungkan ke masyarakat.

"Strategi operasi pasar, pasar murah hidupkan kembali rumah pangan sehingga masyarakat bisa menikmati," katanya.

Ketua Satgas Pangan, Daniel mengatakan, dengan melakukan gerakan stabilisasi pangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena bisa membeli bahan pangan yang bisa diangkat.

"Supaya masyarakat tahu dan perlu ada sosialisasi. Kami akan mengawasi dan mengontrol dan sampai saat ini harga pangan stabil," katanya. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help