PosKupang/

Lembata Lirik Sumba Jadi Tempat Penjualan Babi

ternak babi di Lembata kini mencapai lebih dari 40 ribu ekor. Jumlah ini tentunya masih kurang, karena belum seluruh masyarakat memelihara ternak

Lembata Lirik Sumba Jadi Tempat Penjualan Babi
pos kupang.com, frans krowin
(Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA - Dinas Peternakan Kabupaten Lembata kini melirik Pulau Sumba sebagai tempat penjualan ternak babi yang dipelihara masyarakatnya. Pertimbangannya, harga ternak babi di Sumba sangat mahal dibandingkan daerah lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang, Minggu (18/3/2018). Kanis mengatakan itu ketika dihubungi Pos Kupang mengenai perkembangan populasi ternak babi di daerah itu sampai dengan saat ini.

Dikatakannya, ternak babi di Lembata kini mencapai lebih dari 40 ribu ekor. Jumlah ini tentunya masih kurang, karena belum seluruh masyarakat memelihara ternak tersebut.

Agar masyarakat lain juga kebagian tenak babi, lanjut dia, maka pemerintah akan melakukan intervensi. Intervensi itu hanya sebatas pengembangbiakan ternak itu di tingkat hilir.
Sedangkan di bagian hulu, lanjut Kanisius, masyarakat juga sedang memikirkan daerah yang cocok untuk pemasaran ternak sedang tersebut. Salah satu daerah yang dianggap potensial bagi penjualan ternak babi, yakni Sumba.

"Kami sedang melirik Sumba sebagai daerah tujuan pemasaran ternak babi dari Lembata. Sebab di Sumba, kebutuhan akan ternak babi relatif tinggi dibandingkan daerah lain," ujar Kanisius yang juga mantan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata ini.
Menurut dia, babi merupakan salah satu jenis ternak yang menjadi primadona dalam program pengembangan ternak di Lembata. Selain babi, ada juga ternak besar seperti sapi dan kuda dan ternak sedang seperti babi dan kambing.

Pihaknya juga akan mengembangkan unggas. Bahkan untuk jenis ternak yang satu ini, pihaknya mengarahkan masyarakat untuk beternak ayam petelur. Ayam petelur menjadi pilihan karena kebutuhan telur ayam di Lembata sangat tinggi.

Selama ini, katanya, pengusaha mendatangkan ribuan butir telur dari luar daerah. Padahal Lembata juga sangat potensial bagi pengembangan ternak jenis unggas ini.

Baca: Ada Tanda Kekerasan di Pelipis Kiri Korban

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bertekad mewujudkan Lembata mandiri telur ayam pada tahun 2019 mendatang. Guna mewujudkan hal itu, pihaknya akan menyiapkan 51 peternak yang khusus memelihara ayam petelur.

Sekarang ini, lanjut Kanis, pemerintah telah memiliki sedikitnya 10 petani binaan spesialis ayam petelur. Jadi pihaknya harus menyiapkan lagi 41 petani lainnya untuk menekuni pekerjaan yang sama, yakni beternak ayam petelur.

Baca: Mayat Perempuan Sudah Di Rs Titus Uly Kupang

"Kalau beternak ayam petelur, kami sudah punya tekad menjadikan Lembata mandiri telur ayam. Sedangkan memelihara ternak babi, kami juga sudah punya dua target. Pertama, menjadikan Sumba sebagai daerah pemasaran ternak babi. Kedua, membangun kuliner khusus babi. Itu sebagai program di bagian hilir," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help