Tigor Sinaga Bilang KUPVA Rawan Tindak Pencucian Uang, Ini Penjelasannya

Kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) sangat rawan kegiatan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kegiatan kriminal lainnya.

Tigor Sinaga Bilang KUPVA Rawan Tindak Pencucian Uang, Ini Penjelasannya
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga sementara berbicara pada diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi NTT di lantai II Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (14/3/2018) malam. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) sangat rawan dengan kegiatan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kegiatan kriminal lainnya.

Bank Indonesia selaku regulator industri keuangan di Indonesia mengatur KUPVA bukan bank dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/20/PBI/2016. Tujuannya untuk perlindungan konsumen agar konsumen tidak dirugikan, terutama terkait dengan nilai kurs yang berlaku.

Baca: Bikin Kolam Apung Ini Pemda Lembata Harus Keluarkan Uang Rp 7 Miliar Lebih

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa TenggaraTimur, Naek Tigor Sinaga, dalam siaran pers yang diterima Pos- Kupang.Com, Rabu (14/3/2018) malam, seusai diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi NTT di lantai II Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (14/3/2018) malam.

KUPVA adalah sebuah keniscayaan ketika kita mulai membuka diri dengan dunia luar. Banyaknya orang asing yang datang
ataupun singgah di suatu daerah menjadi faktor utama pertumbuhan KUPVA di daerah tersebut.

KUPVA sendiri dalam praktiknya bisa dilakukan baik oleh bank maupun bukan bank. "KUPVA bank diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena fungsinya yang melekat terkait dengan pengawasan perbankan. Sedangkan KUPVA bukan bank pengawasannya dilakukan oleh Bank Indonesia," katanya.

Adapun concern KUPVA bukan bank meliputi kegiatan usaha penukaran uang yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli Uang Kertas Asing (UKA), pembelian cek pelawat, dan kegiatan lain terkait yang telah diatur oleh Bank Indonesia.

Di NTT saat ini ada tujuh KUPVA bukan bank yang berkantor pusat di NTT, yaitu empat di Kota Kupang, dua di Atambua, dan
satu di Labuan Bajo. Sedangkan dua KUPVA Kantor Cabang terdapat di Atambua dan Labuan Bajo. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved