Sikapi Proyek Kantor Bupati Sikka, Kadis dan Sekretaris Dinas PUPR Beda Sikap

Para ketua fraksi menyepakati menghentikan semua aktivitas proyek semenjak tambahan waktu pertama 40 hari.

Sikapi Proyek Kantor Bupati Sikka,  Kadis dan  Sekretaris Dinas PUPR Beda  Sikap
Brigita Dina Febriani
Kantor Bupati Sikka yang belum rampung di Jalan El Tari,Kota Maumere, Pulau Flores, Rabu (14/3/2018). 

Sebelumnya Kadis PUPR dan Plt Bupati mengatakan pemutusan hubungan kontrak dan menghentikan   pengerjaan kantor bupati.

Namun dalam rapat Pansus, Boy Satrio mengatakan tidak ada pemutusan hubungan kontrak dan  pengerjaan kantor bupati dilanjutkan.

“Saya sebenarnya kecewa. Di rapat konsultasi Plt bupati dan Kadis PUPR bersepakat  ada pemutusan kontrak. Lalu, tiba-tiba disuruh kerja. Ini komitmennya seperti apa,”ujar Merison.

Mengacu Peraturan Menteri Keuangan, kata Merison, harus ada laporan audit. Bisa saja anggaran karena sudah ada audit, sehingga addendum bisa dijalankan.

Ketua  Pansus  II, Philips Fransiskus,    mempertanyakan konsistensi pernyataan  Kadis s PUPR dengan Sekretaris PUPR dalam  rapat yang berbeda.

Menurut Philips, ketimpangan pendapat akan  menjadi bumerang berimbas pada rekomendasi yang diberikan Pansus.  

Baca: Hi Guys! Pakai Helm Saat Kendarai Sepeda Motor Bukan Karena Takut Polisi Loh

“Mana yang kami pegang? Pernyataan pak  sekretaris,  tidak ada pemutusan kontrak atau pernyataan Kadis PUPR dan Plt Bupati bahwa ada pemutusan kontrak.

Pansus harus menyampaikan rekomendasi berpegang pada data. Data yang mana ini,” ujar  Philips.

Sekretaris Dinas PUPR,  Boy Satrio,  memahami harus ada laporan audit penambahan dana terhadap pengajuan addendum.

Halaman
123
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help