Hebat! Realisasi Pendapatan Pemprov NTT Tahun 2017 Lampaui Target. Ini Capaiannya

Realisasi pendapatan pemerintah NTT tahun 2017 mencapai 102,38 persen atau Rp 27,16 triliun dari total target tahunan sebesar Rp 26,52 triliun.

Hebat! Realisasi Pendapatan Pemprov NTT Tahun 2017 Lampaui Target. Ini Capaiannya
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga sementara berbicara pada diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi NTT di lantai II Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (14/3/2018) malam. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Realisasi pendapatan pemerintah khususnya NTT tahun 2017 mencapai 102,38 persen atau Rp 27,16 triliun dari total target tahunan sebesar Rp 26,52 triliun.

Sementara realisasi pendapatan APBN Pemerintah Pusat di Provinsi NTT menjadi yang tertinggi, yakni sebesar 874,71 persen atau Rp 2,60 triliun, terutama diperoleh dari Pajak Penghasilan (PPh).

Baca: Tigor Sinaga Bilang KUPVA Rawan Tindak Pencucian Uang, Ini Penjelasannya

Di sisi lain, realisasi belanja pemerintah mencapai Rp 33,55 triliun atau 89,31 persen dari total pagu belanja tahunan sebesar Rp 37,57, lebih tinggi dibanding capaian akhir tahun 2016 sebesar 87,11 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga, pada acara diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi NTT di lantai II Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (14 /3/2018) malam.

Menurutnya, kerja inflasi juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Walaupun sempat
dibayangi kekhawatiran adanya potensi kenaikan inflasi karena kenaikan tarif listrik, biaya perpanjangan STNK di awal tahun, kenaikan harga pulsa ataupun kenaikan biaya pendidikan tinggi, namun pada akhir tahun 2017 inflasi dapat mengalami penurunan yang cukup signifikan dengan nilai sebesar 2 persen (yoy).

"Capaian inflasi tersebut menjadi yang terendah dalam 17 tahun terakhir Provinsi NTT, terutama disebabkan oleh turunnya harga sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan seiring dengan adanya peningkatan produksi," katanya.

Mengenai perkembangan stabilitas keuangan selama tahun 2017 dan pada periode triwulan
laporan, stabilitas sistem keuangan daerah tetap terjaga stabil seiring tidak adanya gejolak signifikan yang terjadi.

Rumah tangga masih memegang kontribusi penting dalam menopang stabilitas keuangan daerah yang diukur dari besarnya penghimpunan dana dan penyaluran kredit.

Di akhir tahun 2017, tercatat peningkatan penyaluran kredit di sektor rumah tangga, UMKM dan korporasi yang diikuti dengan perbaikan kualitas kredit. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help