Home »

News

Pilgub NTT

Bawaslu NTT Sebut Hukuman Penjara Selama Enam Bulan Bagi Perusak Alat Peraga Kampanye

Pidana pemilu yang akan dikenakan kepada pelaku pengrusakan APK itu dengan penjara kurungan antara 2 - 6 bulan.

Bawaslu NTT Sebut Hukuman Penjara Selama Enam Bulan Bagi Perusak Alat Peraga Kampanye
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna

Laporan Wartawan pos-kupang.com, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM|KUPANG - Bawaslu NTT meminta masyarakat juga harus turut menjaga Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasangan oleh pasangan calon (paslon) atau tim kampanye paslon.

Permintaan ini disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu NTT, Jemris Fointuna pada acara penyerahan APK kepada tim penghubung paslon di Gudang Percetakan CV. Surya Indah, Kupang Rabu (14/3/2018).

Menurut Jemris, APK yang telah dibagi atau diserahkan oleh KPU harus dijaga, baik oleh paslon dan tim, juga masyarakat.

Baca: MANTAP! Anggota Polantas Polres TTS Bersihkan Ruas Jalan Negara, Ini Tujuannya

Baca: Siswi SMAN Ini Tenggak Obat Pembasmi Rumput, Sempat Masuk Rumah Sakit Tapi Tetap Tewas

"Masyarakat jangan sampai merusak APK ini, sebab jika kedapatan masyarakat merusak APK ,maka akan dikenakan pidana pemilu," kata Jemris.

Dijelaskan, pidana pemilu yang akan dikenakan kepada pelaku pengrusakan APK itu dengan penjara kurungan antara 2 - 6 bulan.

Baca: Bupati Lembata Surati Menteri Pariwisata Minta Waktu Melaunching Festival 3 Gunung

"Kami berharap selama kampanye itu, baik paslon, simpatisan dan seluruh masyarakat bisa ikut merawat APK. APK ini tentu akan didistribusi oleh tim kampanye sampai ke desa/kelurahan di seluruh NTT," katanya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help