Peserta Lelang Proyek Fresh Market Jangan Malu-Malu Kucing

Para peserta lelang yang ikut tender proyek pembangunan fresh market berkaitan dengan dermaga marina Labuan Bajo, diminta malu-malu kucing.

Peserta Lelang Proyek Fresh Market Jangan Malu-Malu Kucing
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Lokasi ASDP Labuan Bajo yang akan dibangun proyek Marina tahun 2018 ini. 

Laporan wartawan Pos Kupang.com, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Para peserta lelang yang ikut tender proyek pembangunan fresh market berkaitan dengan dermaga marina Labuan Bajo, diminta untuk tidak sembunyi-sembunyi dan malu-malu kucing.

Tetapi harus ikut bersama PT ASDP untuk hadir rapat dengar pendapat lanjutan minggu depan.

Rapat dengar pendapat lanjutan dengan DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu, berlangsung Hari Senin (19/3/2018) di Kantor DPRD.

Semua perusahan yang ikut lelang, termasuk yang kalah tender diharapkan hadir.

"Kami minta agar semua peserta lelang juga hadir. Jangan sembunyi dan malu-malu. Hadir bersama ASDP untuk rapat dengar pendapat dengan DPRD. Minggu depan akan rapat, kalau bukan Senin berarti Selasa. Kami sedang menunggu GM ASDP yang sudah ke Jakarta menghadap ASDP Pusat," kata Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun kepada poskupang.com, Rabu (14/3/2018).
Sebelumnya, DPRD Mabar didatangi peserta demonstrasi yang menyampaikan aspirasi tentang perusahan bermasalah yang menang tender proyek fresh market.

Peserta demostrasi itu adalah Aliansi
Pemuda Peduli Manggarai Barat (APP Mabar) yang aksi pada Senin (12/3/2018).
Saat aksi demonstrasi, Sekertaris APP Mabar, Adis Jerahun dalam orasinya di depan kantor ASDP Labuan Bajo dan di Kantor DPRD Kabupaten Mabar, menegaskan bahwa
APP Mabar menolak perusahan atau pihak pemodal yang bermasalah beroperasi di Labuan Bajo.
"Kami menolak semua bentuk praktek spekulasi dan monopoli dalam pembangunan di Mabar. Kami juga mendesak Menteri BUMN untuk mencabut nota dinas yang dikeluarkan oleh Direktur Utama PT ASDP Indonesia Fery, tanggal 5 Maret 2018 tentang penetapan PT Aria Jaya Raya sebagai pemenang pelelangan pekerjaan penimbunan pembangunan Fresh Market di area Pelabuhan ASDP Labuan Bajo," kata Adis.
Menurutnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang dugaan pelanggaran.
"Perusahan tersebut pada tahun sebelumnya telah terbukti melakukan kesalahan sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nomor : 20/KPPU-L/2015 tentang dugaan pelanggaran pasal 22 undang-undang Nomor 5 tahun 1999 dalam praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dengan sanksi membayar denda sebesar Rp 2 Miliar lebih," kata Adis.(ser)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help