DPRD NTT Minta Minyak Oplosan Ditarik dari Peredaran

DPRD NTT meminta pemerintah segera menarik minyak oplosan dari peredaran agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban.

DPRD NTT Minta Minyak Oplosan Ditarik dari Peredaran
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Komisi V DPRD Provinsi NTT rapat membahas Ranperda tentang pendidikan, Jumat (9/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM,KUPANG - DPRD NTT meminta pemerintah segera menarik minyak oplosan dari peredaran agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Ismail Samau kepada Pos Kupang , Rabu (14/3/2018).

Menurut Ismail, pemerintah seharusnya langsung melakukan operasi dan menarik semua minyak yang diduga oplosan dari peredaran.

"Harus segera dibredel dan ditarik dari peredaran agar tidak banyak jatuh korban. Apalagi masyarakat yang pengetahuan dan pendapatannya rendah yang cenderung membeli minyak -minyak di pasar atau kios karena harga murah," kata Ismail.

Dia mengatakan, jangan sampai produk-produk itu lolos dari biaya pajak dan bea cukai.

"Untuk itu kita minta pemerintah melalui aparat terkait harus segera bertindak agar tidak meresahkan warga NTT. BPOM juga harus turun bersama instansi terkait agar lakukan operasi," katanya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved