9 Tersangka Kematian Pati Leu Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan

Kuasa hukum sembilan tersangka kematian Pati Leu Blasius Dogel Lejap, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan

9 Tersangka Kematian Pati Leu Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Blasius Dogel Lejap

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kuasa hukum sembilan tersangka kasus kematian Pati Leu di dalam Lapas Kelas III Lembata, Blasius Dogel Lejap, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan atas sembilan tersangka kasus tersebut.

"Sebagai kuasa hukum sembilan tersangka, kami sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada polisi. Apakah permohonan penangguhan penahanan itu dikabulkan atau tidak, itu wewenang penyidik," ujar Blasius ketika ditemui Pos-Kupang.Com, Rabu (14/3/2018).

Baca: Kepsek SMPN 10 Lamba Leda dan Dinas Pendidikan Matim Percepat Rampungkan Administrasi

Ia sungguh berharap agar permohonan penangguhan penahanan tersebut direspon oleh kepolisian, mengingat sembilan tersangka itu berstatus sebagai pegawai negeri sipil.

Selain itu, lanjut Blasius, para tersangka juga mengemban jabatan strategis dalam lapas, yakni semacam instruktur bagi para tenaga honor di lembaga tersebut. Mereka juga sebagai pengawas atas pelaksanaan pembinaan terhadap para narapidana.

Baca: DPRD Manggarai Barat Minta Hadirkan Direktur Utama ASDP

Berdasarkan hal tersebut, kata Blasius, pihaknya memandang perlu untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada kepolisian. Ia berharap agar polisi mempertimbangkan pula beberapa item yang disertakan dalam surat permohonan itu.

Menurut dia, kewenangan untuk mengabulkan atau tidak permohonannya itu, merupakan wewenang mutlak pihak kepolisian. Namun demi kelangsungan aktivitas di Lapas Lembata, pihaknya berharap agar langkah hukum yang dilakukannya tersebut mendapat respon yang baik.

Dia mengatakan, surat permohonan penangguhan penahanan tersebut sudah diajukan ke Polres Lembata, Selasa (13/3/2018).
Dalam surat itu pihaknya menawarkan opsi bila kepolisian merestui permohonannya tersebut.

Opsi yang ditawarkan, lanjut Blasius, adalah para tersangka itu tetap ditahan tapi dalam status tahanan kota. "Kalau sekarang ini kan para tersangka dijebloskan ke dalam sel. Nah, dalam surat permohonan yang kami ajukan itu, semua tersangka ditangguhkan penahanannya dan diganti dengan tahanan kota," ujarnya.

Artinya, lanjut dia, setiap hari para tersangka wajib lapor sesuai aturan dari kepolisian. Bila ini terjadi maka akan sangat membantu Lapas Lembata dalam melaksanakan tugasnya membina para narapidana yang sekarang ini sedang menjalani masa tahanan di lapas tersebut.

Mengenai jaminan bahwa para tersangka tidak melarikan diri atau menghambat jalannya pemeriksaan, Blasius menyebutkan, ia menjamin hal itu.

"Saya berani memberikan jaminan kalau para tersangka tidak akan melakukan perbuatan yang mengganggu atau menghalangi jalannya penanganan kasus ini," tandasnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help