Sepi Job, Perusahaan Peti Kemas Hengkang Dari Maropokot, Para Buruh Sedih!

Perusahaan peti kemas itu diberitakan pailit. Sementara PT Mentari yang digadang-gadang akan masuk ke Pelabuhan Maropokot masih sebatas wacana

Sepi Job, Perusahaan Peti Kemas Hengkang Dari Maropokot, Para Buruh Sedih!
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Peti kemas di Pelabuhan Maropokot- Mbay, Kabupaten Nagekeo. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM|MBAY--Perusahaan peti kemas yang hengkang dari Pelabuhan Maropokot ternyata tidak hanya PT Meratus. Perusahaan lainnya, PT Tanaka juga tidak lagi beraktivitas di Pelabuhan Maropokot.

Perusahaan peti kemas itu diberitakan pailit. Sementara PT Mentari yang digadang-gadang akan masuk ke Pelabuhan Maropokot masih sebatas wacana.

Pihak yang paling pertama merasakan dampak dari hengkangnya perusahaan peti kemas dari Pelabuhan Maropokot yakni para buruh di Pelabuhan itu.

Peti kemas di Pelabuhan Maropokot- Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Peti kemas di Pelabuhan Maropokot- Mbay, Kabupaten Nagekeo. (POS KUPANG/ADIANA AHMAD)

Seorang buruh bernama Syahril yang ditemui di Maropokot, Selasa (13/3/2018) pagi, mengatakan, pendapatan para buruh di Pelabuhan Maropokot menurun tajam pasca hengkangnya perusahaan peti kemas dari pelabuhan itu.

Baca: Ditanya Tentang Mr.H yang Dikabarkan Dekat dengan Syahrini Mbah Mijan Singgung Rumah Syahrini

Baca: Petugas Harus Siap Mental Sebelum Tolong Korban Bencana, Ini Wejangan Abraham Kolimon

"Sekarang kita hanya berharap pada kapal-kapal kecil dan bongkar muat semen. Kalau semen, setahun bongkarnya sekali karena sekali bongkar sampai 2000 -an ton. Mau dapat berapa. Sementara jumlah buruh 45 orang," katanya.

Dikatakan Syahril, jika sebelumnya satu minggu bisa empat sampai lima kali bongkar, sekarang maksimal tiga kali seminggu dengan volume kecil.

Pelaksana Unit Penyelenggara Pelabuhan Maropokot, Deany Arisandi yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (13/3/2018), mengatakan, setelah Meratus hengkang, Tanaka juga berhenti masuk ke Pelabuhan Maropokot karena pailit.

Sementara Mentari, kata Deany, sudah ada komunikasi segera masuk ke Maropokot.

"Sudah ada komunikasi positif. Insha Allah akhir Maret mereka audah masuk. Mereka sudah survey lokasi. Lapangan penumpukan bagian barat masih layak, sambil kita benahi atau tutup lokasi-lokasi yang berlubang," kata Deany.

Ia mengatakan, pekerjaan fisik lapangan penumpukan Pelabuhan Maropokot sudah dalam tahap pelelangan dan tinggal menunggu pengumuman pemenang.

"Sedang diupayakan secepatnya. Proses tendernya di Kupang. Karena itu, setiap hari kita teris bangun komunikasi," kata Deany. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved