Petugas Harus Siap Mental Sebelum Tolong Korban Bencana, Ini Wejangan Abraham Kolimon

hal hal teknis yang harus dipersiapkan oleh peserta sebelum mengikuti pelatihan penyelamatan di ketinggian.

Petugas Harus Siap Mental Sebelum Tolong Korban Bencana, Ini Wejangan Abraham Kolimon
POS KUPANG/ANY TODA
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Abraham Kolimon saat memberikan wejangan kepada para peserta pelatihan penyelamatan di ketinggian di Hotel Neo Selasa (13/3/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Para peserta pelatihan penyelamatan di ketinggian yang berasal dari SAR Kupang, TNI Polri, organisasi non pemerintah dan juga jurtnalis tampak serius mendengarkan penjelasan dan wejangan kepala kantor pencarian dan pertolongan Kupang, Abraham Kolimon di ruang kelimutu Hotel Neo Selasa (13/3/2018).

Abraham lebih banyak menjelaskan mengenai hal hal teknis yang harus dipersiapkan oleh peserta sebelum mengikuti pelatihan penyelamatan di ketinggian.

Baca: Marion Jola Tereliminasi, Juri Indonesian Idol Ingin Ajukan Wild Card

Baca: Kirim Ikan Tembang dari Lembata Harus Tunggu Tol Laut

Menurut Abaraham saat melakukan proses evakuasi para penolong adalah penolong dan para korban adalah korban. Artinya para penolong harus bisa menolong korban tetapi tetap menjaga dirinya sendiri dengan berbagai peralatan yang sudah disiapkan dan tak lupa pula mental.

"Para penolong harus punya kompetensi dasar tenaga pencarian dan pertolongan yaitu antara lain fisik yang prima dan sikap mental yang tangguh, memiliki pengetahuan cukup, memiliki keterampilan yang dipersyaratkan dan mampu menjalin koordinasi dengan baik," ujar Abraham.

Selain itu, petugas Pencarian dan pertolongan harus bisa menghilangkan ego saat bertugas di lapangan. Ia juga mengingatkan agar para petugas harus laksanakan tugas mulai dari proses evakuasi korban hingga menyerahkannya kepada bagian medis.

Peserta forum dan pelatihan di ketinggian di Hotel Neo Selasa (13/3/2018).
Peserta forum dan pelatihan di ketinggian di Hotel Neo Selasa (13/3/2018). (POS KUPANG/ANY TODA)

Baca: Ayahnya Disebut Jalin Hubungan dengan Syahrini, Liana Saputri Buka Suara

Baca: Macet di Transmart Kaitan dengan Gaji?, Ini Kata Wakil Walikota Soal Parkir di Badan Jalan

Para petugas yang memperoleh infornasi kejadian harus mengkonfirmasi terlebih dahulu agar informasi yang didapat akurat dan bukan tipuan.

"Harus pastikan lagi sesudah pasti kita langsung bergerak sesuai dengan jarak tempuh dalam informasi tersebut," ujar Abaraham.

Abraham mengingatkan agar para rescuer tidak arogan dan merasa diri hebat tetapi tetap melakukan proses penyelamatan sesuai aturan yaitu memakai alat perlindungan diri, menemui korban apalagi yang masih hidup meminta izin penyelamatan dan lakukan proses evakuasi dengan benar tanpa membahayakan korban. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved