Pawang Buaya Bantu Korban hingga Buaya Lepaskan Korban

setelah korban diterkam buaya, keluarga korban langsung menelpon pawang buaya dari Kampung Lakulo.

Pawang Buaya Bantu Korban hingga Buaya Lepaskan Korban
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Papan himbuan kepada masyarakat agar waspada buaya yang dipasang di Malaka, Jumat (9/3/2018). 

Laporan wartawan pos kupang.com Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN -Susana Tora (55), warga Laenmota, Dusun Kobadiin, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka diterkam buaya di pinggir kali Benenai, Senin (12/3/2018) sekitar pukul 17.00 Wita.

Jasad korban berhasil diambil dari mulut buaya setelah pawang buaya membantu melepaskan jasad korban.

Saksi mata, Eman Adipapa kepada Pos Kupang, Selasa (13/3/2018) mengatakan, setelah korban diterkam buaya, keluarga korban langsung menelpon pawang buaya dari Kampung Lakulo.

Dalam waktu 45 menit, pawang buaya tiba di lokasi dan pawang buaya langsung naik sampan untuk mencari buaya ke arah yang ditunjukan beberapa orang saksi.

Menurut Eman, setelah korban diterkam buaya, korban langsung diseret buaya ke arah hilir sekitar 600 meter. Saat itu, pawang buaya langsung menuju ke arah buaya dan meminta buaya untuk lepaskan korban.

"Pas buaya lagi berusaha membawa mama tua ke arah laut, pawang buaya datang dan langsung naik sampan kejar ke arah buaya. Sekitar jarak satu meter, pawang buaya liat buaya. Ia tunjuk dan meminta buaya melepaskan korban. Dan buaya lepas betul," kata Eman yang turut menyaksikan di lokasi.

Setelah terlepas dari mulut buaya, korban dibawa ke pinggir kali dan selanjutnya di bawa ke rumah duka. Kondisi tubuh korban tetap utuh hanya saja ada bekas luka robek di pundak kanan dan lengan tangan kanan.

Pawang buaya menggunakan sampan masuk ke tengah kali lalu menuju ke arah buaya yang sedang menyeret korban di kali Benanain. Pawang buaya langsung meminta buaya untuk melepaskan korban dari mulutnya. Tak lama kemudian, buaya pun melepas korban dari mulutnya.

Diberitakan Pos Kupang.Com, Susana Tora (55), warga Laenmota, Dusun Kobadiin, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka diterkam buaya di pinggir kali Benenai, Senin (12/3/2018) sekitar pukul 17.00 Wita.

Korban diterkam buaya saat menggambil air di kali Benanain bersama saudaranya. Secara tiba-tiba buaya muncul dari kali dan langsung menerkam korban lalu diseret ke tengah sungai.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menugaskan para camat untuk berkoordinasi dengan para kepala desa dan tokoh-tokoh adat agar segera mungkin dilakukan ritual adat. Ritual adat yang dilakukan itu untuk meminta perdamaian dengan buaya tidak lagi makan korban.

Menurut Bupati Stef, buaya merupakan satwa yang dilindungi sehingga tidak bisa dibunuh. Untuk itu, ritual adat perlu dilakukan sambil menanti upaya lain yang sedang dilakukan pemerintah saat ini yakni pembangunan penangkaran buaya. (*).

Tags
Malaka
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved