Pilkada Kabupaten Kupang

WoW Ada Kampanye Hitam di Sulamu-Kabupaten Kupang

Langkah yang sudah dilakukan adalah memanggil para pihak untuk memberikan klarifikasi namun belum memenuhi panggilan dimaksud.

WoW Ada Kampanye Hitam di Sulamu-Kabupaten Kupang
edy hayong
PASLON - ara paslon bersama KPU juga Panwaslu ketika membacakan janji kampanye dampai di Oelamasi, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Edy Hayon

POS KUPANG.COM, OELAMASI- Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang menemukan dugaan pelanggaran kampanye hitam.

Panwascam menemukan ada tim sukses pasangan calon (paslon) tertentu yang menjelek-jelekan paslon lainnya dan itu dibuktikan dalam rekaman vidio yang saat ini sudah disampaikan ke Panwaslu Kabupaten Kupang.

Langkah yang sudah dilakukan adalah memanggil para pihak untuk memberikan klarifikasi namun belum memenuhi panggilan dimaksud.

Koordinator Divisi Hukum, Penanganan dan Penyelesaian Sengketa, Panwaslu Kabupaten Kupang, Martony Reo,kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (9/3/2018) menjelaskan, untuk keseluruhan pemantauan tahapan pelaksanaan kampanye yang sedang berlangsung saat ini, umumnya berjalan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Namun, ada satu pelanggaran yang diduga dilakukan oleh tim paslon tertentu yang pada saat kampanye melakukan kampanye hitam dengan menyampaikan fitnahan dan penghinaan. Seluruh bukti soal ini sudah dikantongi panwaslu Kabupaten Kupang dan akan dipanggil para pihak untuk klarifikasi.

"Kami sudah dapat laporan dari Panwascam Sulamu dengan membawa bukti rekaman vidio. Ada ketua tim paslon tertentu yang diduga melakukan kampanye hitam. Kami sudah layangkan surat pemanggilan sejak Senin (5/3/2018) untuk menghadap di Panwaslu Kabupaten Kupang, Kamis (8/3/2018) namun belum datang. Kami akan surati lagi untuk hadir memberikan klarifikasi," katanya.

Tentang pelanggaran waktu kampanye, Martony mengatakan, pihaknya belum bisa menerjemahkan antara kampanye umum dan kampanye bentuk lainnya.

Pasalnya, untuk kampanye umum sudah diatur jadwalnya hingga pukul 18.00 Wita tetapi kampanye bentuk lain seperti tatap muka, dialog terbatas tidak ada waktu yang mengatur sehingga sering terjadi salah pemahaman di lapangan.

Ada paslon yang melakukan kampanye bentuk lain diluar kampanye umum yang melebihi waktu seperti kampanye umum dan ini panwaslu mengambil sikap sebagai pelanggaran tidak bisa karena tidak ada aturan yang membatasi.

"MUngkin kedepan perlu ditinjau soal pengaturan waktu mengenai kampanye selain kampanye umum. Kita mau bilang pelanggaran karena mereka melakukan kegiatan pertemuan terbatas,dialog terbatas, tatap muka sampai diatas pukul 18.00 Wita, kita mau pakai aturan yang mana yang bilang pelanggaran. Tapi ada komunikasi bersama antara Bawaslu dengan paslon agar kampanye bentuk lain itu sampai pukul 22.00 wita saja," katanya.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kupang mengingatkan para pasangan calon (paslon) dan tim kampanye untuk patuhi ketentuan aturan yang berlaku.

Panwaslu akan menjalin kerjasama dengan para pihak untuk melakukan pengawasan bersama terhadap seluruh tahapan proses yang dlakukan sejak dari kampanye hingga hari pencoblosan. Jika paslon dan tim melakukan pelanggaran tidak mentaati aturan yang berlaku maka panwaslu akan libas tanpa pandang bulu.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Penanganan dan Penyelesaian Sengketa, Panwaslu Kabupaten Kupang, Martony Reo, dan Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Maria Yulita Sarina, kepada wartawan di Sekretariat Panwaslu di Oelamasi, Sabtu (17/2/2018). Hadir saat ini Ketua Panwaslu Kabupaten Kupang, Merry A Tiran. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help