Mengapa Ribuan Babi Dijagal di Lembata

banyak sekali ternak babi yang dijagal untuk kebutuhan pesta. Dari perhitungan yang kami satu tahun sekitar 25 ribu ekor yang dijagal

Mengapa Ribuan Babi Dijagal di Lembata
pos kupang.com, frans krowin
(Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA - Setiap tahun, ternak babi yang dijagal untuk kebutuhan pesta mencapai ribuan ekor. Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, untuk pesta, masyarakat menjagal ternak babi 25 ribu ekor.

"Memang banyak sekali ternak babi yang dijagal untuk kebutuhan pesta. Dari perhitungan yang kami lakukan, satu tahun itu, ternak babi yang dijagal untuk pesta sekitar 25 ribu ekor."

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq, ketika ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Senin (12/3/2018). Dia dihubungi terkait progres pengembangan ternak di daerah tersebut.

Dia mengatakan, Lembata sangat potensial bagi pengembangan ternak baik ternak besar maupun unggas. Untuk itulah pihaknya berencana mengembangkan potensi tersebut melalui Bingkai Peternakan Lembata.

Dalam bingkai peternakan tersebut, lanjut dia, ada lima jenis ternak yang akan dikembangkan. Lima jenis ternak tersebut, yakni babi, unggas, kambing, kuda dan sapi.

Ternak babi menempati urutan teratas, karena populasinya sangat banyak. Dari data populasi ternak yang ada padanya, jumlah ternak babi di Kabupaten Lembata mencapai 44 ribu ekor.

Dari jumlah itu, ternak babi yang dijagal setiap tahun untuk kebutuhan pesta, mencapai 25 ribu ekor. Ribuan ternak babi itu dipotong untuk kebutuhan pesta pernikahan, pesta permandian, pesta sambut baru, pesta adat dan saat ada kedukaan.

"Pesta sambut baru dan pesta pernikahan itu menelan anggaran paling besar. Dan ternak yang paling banyak disiapkan adalah babi, kambing dan unggas. Sedangkan ternak sapi jarang disiapkan, kecuali orang berpunya," ujar Kanis.

Itu berarti setiap tahun 25 ribu ternak babi ludes untuk kebutuhan lokal. Sementara sisanya tetap menjadi ternak peliharaan warga. Itu artinya pemerintah harus bisa mengintervensi sehingga populasinya ditingkatkan lagi.

Upaya intervensi itulah, lanjut dia, maka pihaknya berencana menjadikan ternak babi sebagai salah satu potensi unggulan di bidang peternakan. Pertimbangannya, ternak babi merupakan ternak milik rakyat, sehingga pengembangbiakannya dilakukan lebih mudah.

Pengembangan ternak itu, lanjut dia, merupakan program di bagian hulu. Dan, salah satu cara yang dilakukan, adalah inseminasi buatan (IB) atau biasa disebut kawin suntik.

Untuk mendukung IB, lanjut dia, tentu harus disiapkan semen (sperma beku) ternak babi. Pengadaan semen babi itu otomatis dilakukan pemerintah. Dan draft pengadaannya kini sedang disiapkan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sedang menyiapkan peraturan daerah (perda) tentang pengembangbiakan ternak babi di Kabupaten Lembata. Perda itu sebagai pegangan pemerintah untuk menjadikan Lembata sebagai salah satu kabupaten ternak di NTT.

Kanis menyebutkan, selain menyiapkan program untuk pengembangan potensi di area hulu, pihaknya juga sedang memikirkan program di hilir. Salah satunya, adalah timbang berat hidup ternak dan berikutnya kuliner. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help