Warga Oebelo tak Panik Hadirnya Tambak Garam Bipolo

Harga jual garam lokal yang dijual di sepanjang jalur Jalan Timor Raya tepatnya di Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, masih stabil.

Warga Oebelo tak Panik Hadirnya Tambak Garam Bipolo
POS KUPANG/EDI HAYON
Usaha garam lokal yang dijual warga di Oebelo, Sabtu (10/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Edi Hayon

POS-KUPANG.COM, OEBELO - Harga jual garam lokal yang dijual di sepanjang jalur Jalan Timor Raya tepatnya di Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, masih stabil.

Harga jual garam berwadah yang terbuat dari anyaman daun lontar itu ukuran kecil Rp 5.000 dan ukuran sedang dijual Rp 10.000-Rp 20.000. Warga mengaku tidak panik dengan hadirnya pertambangan garam di Bipolo, Kecamatan Sulamu.

Baca: Pemukiman Warga Tuapukan Terancam Longsor, Minta Pemerintah Pasang Beronjong

Beberapa warga penjual garam lokal di Oebelo, Anita dan Martha, kepada Pos-Kupang.Com, Sabtu (10/3/2018), mengatakan, mereka menjual garam lokal bukan baru sekarang. Sejak dulu mereka sudah menjual di area sepanjang jalur Jalan Timor Raya walau dengan tempat seadanya.

Saat ini, kata Martha, mereka terbantu dengan tempat penjualan yang dibantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT.

Baca: Saat Melantik Anggota PPK, Ketua KPUD Sumba Barat Daya Ingatkan Beberapa Hal Ini

"Sekarang memang sudah ada tambak garam Bipolo tapi itu milik pemerintah. Kami tidak terpengaruh dengan harga jual. Harga jual garam berwadah yang terbuat dari anyaman daun lontar itu ukuran kecil Rp 5.000 dan ukuran sedang dijual Rp 10.000-Rp 20.000. Garam di Bipolo, Kecamatan Sulamu itu khusus untuk dibuat yodium dan usaha lain-lain. Memang kami tidak diijinkan ambil garam di Bipolo tapi ada sumber lain di Kabupaten Kupang yang kami ambil untuk dijual," kata Martha. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help