Wakil Bupati Lembata Tanya PPNI Perawat Maunya Apa?

pemerintah telah meluncurkan program Good Pagi. Program tersebut merupakan primadona untuk bidang kesehatan di Kabupaten Lembata.

Wakil Bupati Lembata Tanya PPNI Perawat Maunya Apa?
pos kupang/com/frans krowin
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday saat memukul gong tanda dibukanya seminar keperawatan yang berlangsung di Aula Kopdit Ankara-Lewoleba, Sabtu (10/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM| LEWOLEBA - Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, mengatakan sebelum menghadiri seminar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PPNI, Sabtu (10/3/2018) ia terlebih dahulu membaca regulasi tentang tenaga kesehatan di Lembata.

Namun dalam regulasi tersebut, hanya diatur soal tenaga dokter dan apoteker. Sedangkan perawat tidak. Faktor itulah yang mendorongnya untuk bertanya kepada pengurus PPNI Lembata, "Perawat maunya apa?"

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, saat membuka seminar yang diselenggarakan PPNI Lembata, di Aula Kopdit Ankara (Aneka Karya) Lembata, Sabtu (10/3/2018).
Dia mengatakan, saat ini Lembata sedang berbenah diri. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur bersama dirinya, kini sedang berupaya melakukan penataan untuk membangun berbagai sektor di daerah ini.

Salah satu sektor yang sedang dijamah, adalah Kesehatan. Dan, pada sektor tersebut, pemerintah telah meluncurkan program Good Pagi. Program tersebut merupakan primadona untuk bidang kesehatan di Kabupaten Lembata.

Melalui program tersebut, katanya, pemerintah ingin memperbaiki derajat kehidupan masyarakat. Dan, yang disasar adalah perbaikan sanitasi terutama di rumah-rumah warga. Artinya, rumah harus sehat sehingga masyarakat bisa hidup lebih baik.

Untuk itu, katanya, melalui Good Pagi ada kunjungan petugas kesehatan ke rumah-rumah penduduk. Akan tercipta komunikasi timbal balik antara warga dengan petugas kesehatan. Dan, bila ditemukan ketimpangan, maka langsung diberikan solusi untuk menyelesaikannya.

Baca: Wanita Ini Berprofesi sebagai Penguji Mainan Seks, Begini Kisahnya!

Saat itu Wabup Thomas sependapat bila perawat dilibatkan dalam program Good Pagi tersebut. Itu tentu dilakukan diakomodir karena perbaikan kesehatan masyarakat merupakan tanggungjawab bersama.

Namun mengakomodir perawat untuk bekerja di desa-desa sebagaimana eksistensi bidan desa, maka hal tersebut harus ada pendasarannya. Regulasi harus disiapkan, sehingga pemerintah punya pegangan untuk mengambil keputusan merekrut perawat untuk ditempatkan di desa-desa.

Wabup Thomas menyarankan agar dalam seminar tersebut dibuatkan pula rekomendasi kepada pemerintah. Rekomendasi tentang pentingnya rekrutmen perawat untuk berada di desa-desa demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca: Ini Kronologi Tewasnya Hari Darmawan di Sungai Ciliwung

"Perlu juga dibuat semacam agenda untuk membahas hal tersebut di lembaga legislatif. Bila pembahasan di DPRD telah dilakukan maka tentu akan ada langkah-langkah ikutan baik untuk merekrut perawat atau pun kebijakan lain yang memihak perawat. Misalnya perbaikan tunjangan kinerja (tukin), kebijakan membeasiswakan perawat dan lainnya," ujar Wabup Thomas.

Dia menambahkan, selama ini hanya ada regulasi yang mengatur tentang dokter dan apoteker. Jadi ke depan diupayakan agar perawat mendapat ruang lebih luas sehingga ketimpangan yang dirasakan selama ini dapat segera berakhir. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help