Tak Semua 'Powerbank' Bisa Dibawa Masuk ke Kabin Pesawat, Ini Kriterianya!

Ada pembatasan mengenai kriteria powerbank seperti apa yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat dari segi kapasitas.

Tak Semua 'Powerbank' Bisa Dibawa Masuk ke Kabin Pesawat, Ini Kriterianya!
ISTIMEWA
Pesawat Nam Air 

POS-KUPANG.COM - Di era gadget boros daya sekarang ini, pengisi daya mandiri atau baterai portabel alias powerbank menjadi aksesori yang wajib dibawa kemana-mana, termasuk ketika bepergian dengan pesawat terbang.

Mengenai hal tersebut, ada pembatasan mengenai kriteria powerbank seperti apa yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat dari segi kapasitas.

Aturan International Air Transport Association (IATA) menegaskan bahwa rating maksimal power bank yang dibolehkan masuk ke dalam kabin pesawat adalah 160 Wh (watt-hour).

Kabin pesawat nampak berasap karena kebakaran Powerbank
Kabin pesawat nampak berasap karena kebakaran Powerbank ()

Maskapai-maskapai di Indonesia juga menggunakan ketentuan dari IATA itu sebagai acuan.

Ketentuan tersebut dipertegas Direktorat Jenderal Perhubungan Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dalam sebuah keterangan tertulis tentang keselamatan penerbangan yang dipublikasikan awal Maret 2018 ini.

Dalam keterangan tersebut diterangkan bahwa powerbank dengan rating di bawah 100 Wh dapat dibawa dalam bagasi kabin.

Sedangkan, powerbank dengan rating 100 Wh s.d. 160 Wh harus melalui persetujuan maskapai yang bersangkutan.

Adapun powerbank dengan rating lebih dari 160 Wh sama sekali dilarang untuk dibawa dalam penerbangan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari situs Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Kamis (8/3/2018).

"Ada korek api dan dan power bank yang boleh dibawa dan ada yang tidak. Jadi semua peraturan harus dimengerti oleh petugas (keamanan bandara) dan masyarakat," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dalam keterangan terkait.

Bersama dengan korek api, alat bantu medis, dan sejumlah jenis barang lain, powerbank termasuk dalam kategori benda berbahaya yang dibolehkan untuk dibawa ke kabin pesawat (permitted dangerous goods), mengacu pada lampiran Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 80 Tahun 2017 yang bisa dilihat di tautan berikut.

Halaman
1234
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved