Soal Melon Australia, Ini Permintaan YLKI NTT

Pemerintah Provinsi NTT diminta segera menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pertanian dalam rangka mencegah masuknya Melon di NTT.

Soal Melon Australia, Ini Permintaan YLKI NTT
ISTIMEWA
Ketua YLKI Provinsi NTT, Dr. Marthen Mulik

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi NTT diminta segera menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pertanian dalam rangka mencegah masuknya Melon di NTT. Sedangkan BPOM juga diminta melakukan operasi di pasar.

Permintaan ini disampaikan Ketua YLKI Provinsi NTT, Dr. Marthen Mulik, kepada Pos Kupang.Com, Jumat (9/3/2018).

Baca: Wow! Yopi Latul Ramaikan Goyang Tobelo di Penutupan Festival Komodo

Menurut Mulik, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian, BPOM, Balai Karantina, juga dinas terkait seperti Dinas Perdagangan segera menindaklanjuti edaran dari Kementerian Pertanian.

"Edaran dari Menteri Pertanian RI itu jelas bahwa perlu dilakukan pengawasan yang ketat, pengujian laboratorium untuk mengetahui komoditi yang terkontaminasi bakteri listeria," kata Mulik.

Baca: Tiga Komoditi Bulog Ini Masuk Transmart Carrefour Kupang

Dijelaskannya, jika dalam pengujian laboratorium terdeteksi ada produk atau komoditi yang sudah terkontaminasi atau tercemar, maka tindakan pemusnahan segera dilakukan.

"Kepada para pedagang sebaiknya tidak menjual produk buah dari Australia, kecuali sudah diumumkan telah aman," katanya.

Mulik juga mengimbau konsumen untuk tidak membeli buah Melon dari luar negeri. Sebaliknya membeli produk dalam negeri yang dipastikan aman. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved