VIDEO: Pelaku Usaha Kuliner Depan RS Siloam Menjerit, Pelanggan Turun 50 Persen

Penjual batagor yang sudah 10 tahun berjualan di depan RSU Siloam Kupang, Wildan mengatakan omset penjualan makanan khas Bandung itu turun drastis.

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM| KUPANG - Pemberhentian sementara kerja sama antara manajemen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kupang dengan manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Kupang, berdampak terhadap para pelaku usaha kuliner yang selama ini berjualan tak jauh dari RSU Siloam Kupang.

Para pedagang kuliner seperti nasi goreng, bakso, mie ayam dan jenis kuliner lainnya sejak Januari lalu ikut merasakan pemutusan sementara kerja sama dua lembaga tersebut.

Pelanggan mereka turun sekitar 50 persen.

Para pelanggan kuliner di depan RSU Siloam selama ini kebanyakan keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Mereka pada siang, malam dan pagi hari selalu membeli makanan di depan rumah sakit itu.

Penjual batagor yang sudah 10 tahun berjualan di depan RSU Siloam Kupang, Wildan mengatakan omset penjualan makanan khas Bandung itu turun drastis.

Wildan yang berjualan batagor dan siomay sejak pagi mengaku pembeli kuliner yang dijualnya memang masih lumayan.

Tetap jumlah pembeli tidak seramai ketika RSU Siloam Kupang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang tahun lalu.
"Waktu masih kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang, pengunjung ramai. Tapi sekarang sepi, menurun drastis hampir 50 persen. Sekarang sudah sepi," tutur Wildan.

Hal senada disampaikan Hj. Umi yang menjual jajanan pasar di depan RSU Siloam Kupang. Hj. Umi merasakan perbedaan saat banyak pasien yang dirawat di RSU Siloam. Umumnya keluarga para pasien yang menikmati kuliner yang dijualnya.

Ditemui Selasa (6/3/2018), Direktur RSU Siloam Kupang, dr. Hans Lie, mengakui pemutusan sementara kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang berdampak pula pada para pedagang yang berjualan di depan RSU Siloam karena tingkat pengunjung menurun. (yen)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved