Politisasi SARA dan Politik Uang

Tetapi politik juga dapat dikatakan sebagai kebijaksanaan, kekuatan, dan kekuasaan pemerintah. Istilah politik dalam

Politisasi SARA dan Politik Uang
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
ilustrasi 

Oleh: Mikhael Feka
Dosen FH Unwira Kupang

POS KUPANG.COM - Politik dalam bahasa Arab disebut "siyasyah" yang kemudian diterjemahkan menjadi siasat atau dalam bahasa Inggris "politics".

Asal mula kata politik itu berasal dari kata "polis" yang berarti negara kota. Dengan demikian politik berarti ada hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan itu timbul aturan, kewenangan dan pada akhirnya kekuasaan.

Tetapi politik juga dapat dikatakan sebagai kebijaksanaan, kekuatan, dan kekuasaan pemerintah. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, dasar-dasar pemerintahan ataupun dalam hal kekuasaan negara. Politik pada dasarnya menyangkut tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi.

Politik masa kini biasanya menyangkut kegiatan partai politik dan orang-orang yang terjun dalam dunia politik. Ada juga yang menyatakan politik adalah seni.

Disebut sebagai seni karena beberapa politikus yang tanpa pendidikan ilmu politik tetapi mampu berkiat memiliki bakat yang dibawa sejak lahir dari naluri sanubarinya, sehingga dengan kharismatik menjalankan roda politik pemerintahan.

Politik sesungguhnya adalah pesta rakyat. Biarkan rakyat dengan bebas dan penuh suka cita menentukan hak konstitusionalnya untuk memilih sekaligus menentukan dengan hati yang tulus siapa pelayannya (pemimpinnya) tanpa intervensi dari pihak manapun.

Sedangkan partai politik dan calon pemimpin silahkan berkompetisi secara sehat untuk meraih suara rakyat dengan menawarkan visi, misi dan program tanpa menjatuhkan pihak lawan dengan cara-cara tidak bermartabat. Ada dua hal yang merusak keberadaban politik bangsa yakni politisasi SARA dan politik uang.

Politisasi SARA

Politisasi isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) sering kali dijadikan isu murahan untuk memenangkan suatu perhelatan politik. Isu SARA biasanya digunakan oleh pelaku-pelaku politik yang haus akan kekuasaan namun kurang bahkan tidak kreatif dalam menciptakan visi, misi dan program yang mampu memikat hati rakyat untuk memilihnya dalam sebuah pemilihan maupun pemilu.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help