Markos Merasa Terbantu Ada Rumah Baca di Malaka

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisip) Fajar Timur Atambua, Markos Kortreal, merasa terbantu dengan rumah baca di Malaka.

Markos Merasa Terbantu Ada Rumah Baca di Malaka
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Mahasiswa Stisip Fajar Timur Atambua, Markos Kortreal saat mengunjungi rumah baca anak bangsa Malaka, Senin (5/3/2018). 

Laporan wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, BETUN - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisip) Fajar Timur Atambua, Markos Kortreal, merasa terbantu dengan keberadaan rumah baca di Malaka. Sebagai mahasiswa ia merasa terbantu mendapatkan referensi ilmu pengetahuan di rumah baca.

Hal itu dikatakan Markos Kortreal kepada Pos Kupang saat ditemui di rumah baca anak bangsa Malaka, Senin (5/3/2018).

Baca: Dinas Ketahanan Pangan TTS Deteksi Desa Rawan Pangan, Ini Hasilnya

Menurut Markos, di Malaka belum memiliki perpustakaan daerah sehingga akses masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk membaca buku sangat sulit. Namun, setelah rumah baca anak bangsa dibuka, pelajar dan mahasiswa menjadi terbantu dalam mengakses buku-buku referensi.

"Saya merasa terbantu dengan kehadiran rumah baca ini. Memang saya baru pinjam buku pertama, tetapi saya rasa ini sudah terbantu. Apalagi gratis," kata mahasiswa semester dua itu.

Markos mengusulkan kepada pengelola untuk terus menambah stok buku dari berbagai disiplin ilmu.

Pengelolah Rumah Baca Anak Bangsa Malaka, Kristo Bere, kepada Pos Kupang mengatakan, ia sedang berupaya untuk menambah stok buku di rumah baca. Ia juga meminta teman-teman yang memiliki jaringan dengan donatur buku di Indonesia untuk bisa membantu menyumbangkan buku-buku ke rumah baca anak bangsa Malaka. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved