Kampanye Pilkada NTT Itu Antara Retorika dan Kinerja

Berbagai advertorial di media massa dipublikasikan. Pertemuan dan berbagai metode pendekatan digelar di hampir setiap daerah.

Kampanye Pilkada NTT Itu Antara Retorika dan Kinerja
NET
ilustrasi 

Oleh: Isidorus Lilijawa
Warga Kota Kupang

POS KUPANG.COM -- Proses Pilkada Gubernur NTT sudah memasuki masa kampanye. Durasi kampanye 129 hari adalah waktu normatif yang ditetapkan KPUD NTT selaku penyelenggara Pilkada.

Sebelum kampanye normatif ini, setiap paket baik secara langsung maupun melalui mesin partai pendukung dan tim sukses sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat NTT. Visi misi setiap paket sudah disebarkan.

Berbagai advertorial di media massa dipublikasikan. Pertemuan dan berbagai metode pendekatan digelar di hampir setiap daerah.

Belum lagi kampanye melalui baliho-baliho di setiap sudut kota dan poster atau potret paket yang lengket di rumah-rumah penduduk. Kita sebenarnya sudah mengikuti kampanye Pilkada NTT sejak jauh-jauh hari sebelum masa kampanye.

Perhatian Lebih

Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir-nya menulis, "Lima tahun sekali, setidak-tidaknya orang-orang penting pada menatap rakyat dengan sedikit lebih cermat. Dan seluruh Indonesia pun dipertautkan lagi.

Dalam suatu momen yang agaknya jarang terjadi, mereka seakan-akan secara bergelora merasakan ke ulu hati bahwa Indonesia, Indonesia yang besar ini adalah bagian hidup mereka" ("ah, rakyat!").

Pernyataan ini setidaknya teraktualisasi dalam masa-masa kampanye. Pada momen semacam ini perhatian partai politik dan aktor politik sungguh berbeda dengan saat-saat sebelumnya.

Mereka sering menunjukkan konsern yang tidak biasa dan bahkan luar biasa untuk masyarakat. Masyarakat diperhatikan dengan sekian banyak janji yang seolah-olah sungguh-sungguh. Janji yang memikat dan disampaikan dengan retorika yang begitu meyakinkan.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help