Polsek Aesesa Buka Kasus Kehilangan Uang di Dinkes Nagekeo

uang negara yang hilang harus dikembalikan dan pihak-pihak yang terlibat harus bertanggung jawab.

Polsek Aesesa Buka Kasus Kehilangan Uang di Dinkes Nagekeo
Pos Kupang.Com/Adiana AHmad
kapolsek Aesesa, AKP AHmad 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM,MBAY---Polsek Aesesa akan membuka kembali kasus kehilangan uang senilai Rp 431juta di berangkas Dinas Kesehatan Nagekeo pada tahun 2015 lalu.

Pasalnya, ada fakta-fakta baru yang bisa dijadikan dasar bagi polisi untuk menguak misteri hilangnya ratusan juta rupiah uang negara tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad,S.H ketika ditemui di Polsek Aesesa, Sabtu (3/3/2018).

Ahmad mengatakan, dari berbagai informasi yang diperoleh polisi, ada beberapa kejanggalan dalam kasus tersebut.

"Kejanggalan-kejanggalan itu yang akan kita ungkap. Kami berharap masyarakat bisa membantu polisi untuk mengungkap kasus ini," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, uang negara yang hilang harus dikembalikan dan pihak-pihak yang terlibat harus bertanggung jawab.

Hasil pemeriksaan Inspektorat Nagekeo ditemukan fakta baru, uang yang semula hilang karena dicuri diduga kuat ditilep bendahara penerimaan dan pengeluaran. Tidak sekedar mengungkap penyebab hilangnya uang negara tersebut, Inspektorat Nagekeo juga menemukan kerugian negara lebih besar dari dugaan awal. Uang yang hilang tidak hanya Rp 431 juta tapi sekitar Rp 500 juta.

Inspektorat Nagekeo kemudian membefikan rekomendasi kepada Bupati Nagekeo untuk member sanksi bagi bendahar penerimaan dan pengeluaran untuk mengembalikan uang yang hilang tersebut sampai batas waktu terakhir tahun 2019.

Selain kasus uang hilang di berangkas, Polsek Aesesa juga segera membentuk tim untuk mengusut dugaan penggelapan honor THL dan Honor jasa pelayanan medik senilai Rp 400 juta yang diduga ditilep Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Nagekeo, Matilde Ema.

Langkah yang diambil Polsek Aesesa ini menyikapi desakan berbagai elemen.masyarakat kepada polisi untuk mengungkap dua kasus yang merugikan negara di Dinas Kesehatan tersebut.
Salah satu warga Mbay bernama Arnoldus berharap polisi tidak mempeti-eskan dua kasus yang sangat menyita perhatian publik tersebut.

Harapan yang sama juga disampaikan Jumadin warga Mbay I, Kecamatan Aesesa. "Harus ada kejelasan penanganan dua kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap polisi sekaligus memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terlibat," katanya. (*).

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help