Mau Tahu ‘Aktivitas’ Malam di Maumere Manise, Datang ke Tugu Tsunami

Tak sedikit pula pria dan wanita memanfaatkan bangku-bangku beton berkasih mesra di antara pancaran lampu remang-remang.

Mau Tahu  ‘Aktivitas’ Malam di Maumere Manise,  Datang ke  Tugu  Tsunami
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Tugu Tsunami di Kota Maumere, Pulau Flores di malam hari, Jumat (2/3/2018) 

Laporan  wartawan pos-kupang.com,Eginius Mo’a

POS KUPANG.COM,MAUMERE - Tugu  Tsunami  di  Taman  Kota Maumere, Pulau Flores,  tak  hanya  menawarkan  tanaman  bunga yang hijau dan sejuk  pada usim hujan. Lampu warna-warni pada malam hari  menjadi  daya  tarik  bagi  warga  yang datang.

Ada  yang memanfaatkan  untuk swafoto  di latarbelakang  lampu warna-warni. Namun, tak sedikit  pula  pria dan wanita  memanfaatkan  bangku-bangku beton   berkasih mesra di  antara  pancaran  lampu  remang-remang  di  taman dihalangi pepohonan dan  bunga.

Baca: Lurah Andre Otta Bilang Kenapa Harus Sodamolek? Ternyata Maksudnya Begini

Seperti   terlihat  Jumat  (2/3/2018) malam,  beberapa  pasangan  manusia  beda jenis  kelamin  bermesra-mesraan  di  bangku-bangku  beton.  Mereka seolah tak menghiraukan  ada warga  yang lalu lalang di dalam taman memperhartikan  aktivitas mereka.

Petugas jaga  Laurensius Lan, mengakui bersama  rekannya  selalu mengamati  setiap waktu aktivitas   pengunjung. Lampu warna  warni  di bagian   kolam dan  tugu padam,  kata Laurensius, secara otomatis pada  pukul   22.00  Wita. Hanya   beberapa  bagian lampu penerangan taman  yang hidup.

Baca: Petani Sikka Tanam Kedelai, Harga Bagus Diatur Menteri Perdagangan

Baca: Andry Garu Sebut Kondisi Nangalanang Harus jadi Pelajaran dan Tamparan Bagi Pemda Matim

 “Pukul 10 malam (22.00 Wita),  tidak  boleh lagi  ada  pengunjung. Pintu  pagar seng  kami  tutup. Kalau  mereka masuk mungkin melompat  pagar seng,” ujar Laurensius.

Ia  mengakui, pengunjung datang  melakukan  foto menggunakan latar belakang  lampu warna-warna  atau  sekadar duduk  di bangku-bangku sambil  cerita. Atau  menyaksikan kolam memancarkan  lampu warna-warni  dari  dalamnya.

“Saya bawa  ikan dari kampung dan lepas di dalam kolam. Lumyan banyak jumlahnya,” ujar Laurensius,empat  bulan  menjaga  taman  kota ini. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help