Manager Koperasi Dilaporkan ke Polisi

Ternyata benar ada pinjaman atas nama saya senilai Rp 50 juta. Saya tanya ke salah satu staf dia jawab tanya langsung ke manajernya

Manager Koperasi Dilaporkan ke Polisi
Pos kupang.Com Adiana Ahmad
Harti N Hamid ketika melaporkan Manager Obor Mas Mbay, Albertinus R Digung ke Polsek Aesesa, Sabtu (3/3/2018). 

Laporan wartawan poskupang.com, adiana ahmad

POS-KUPANG.COM, MBAY---Manager Obor Mas Mbay, Albertianus R Digung dilaporkan ke Polsek Aesesa,Sabtu (3/3/2018). Albertianus dilaporkan ke polisi oleh Harti N Hamid karena diduga memalsukan dokumen nasabah tersebut untuk mendapatkan kredit dari koperasi tempatnya bekerja tersebut.

Harti dalam laporannya kepada polisi, Sabtu siang, mengatakan, upaya hukum merupakan jalan terakhir setelah yang bersangkutan tidak menunjukan itikad baik memberikan klarifikasi atas tindakannya tersebut.

Dalam laporannya kepada polisi, Harti mengungkapkan, baru mengetahui dirinya dicatut oleh terlapor pada tanggal 28 Februari lalu.

"Siang itu seorang staf Obor Mas bernama Yanuarius Adji menelpon saya memberitahu kalau saya ada tunggakan angsuran. Tanggal 01 Maret saya datang ke Kantor Obor Mas untuk memastikan kebenaran informasi itu sekaligus minta print buku rekening.

Ternyata benar ada pinjaman atas nama saya senilai Rp 50 juta. Saya tanya ke salah satu staf bernama Maya, dia jawab tanya langsung ke manajernya," ungkap Harti.

Harti mengatakan, sudah berusaha menghubungi Albertinus untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun yang bersangkutan tidak kooperatif.

"Saya minta dia klarifikasi persoalan tersebut. Datang ke rumah dan kita bicara baik-baik. Apalagi dia bukan orang asing bagi keluarga saya. Tapi dia tidak indahkan. Saya juga sudah telepon ke kantor pusat Obor Mas di Maumere menyampaikan persoalan tersebut. Dari kantor pusat di Maumere juga berusaha minta klarifikasi dari dia. Sampai saat ini tidak ada kontak lagi," beber Harti.

Sebelum melapor secara resmi, Harti sempat meminta bantuan Polsek Aesesa untuk mempertemukan dirinya dengan terlapor. Ketika dihubungi Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad,S.H melalui telepon genggamnya, Jumat (2/3/2918), siang, ia berdalih sedang berada di Kaburea, melakukan penagihan kredit dan berjanji akan memenuhi undangan kapolsek pada pukul 16.00 Wita.

Ternyata terlapor kembali mangkir. Ketika dihubungi kembali pada Sabtu pagi, terlapor tidak lagi memberikan respon Langkah hukum menjadi pilihan terakhir.

Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad,S.E, Sabtu pagi, mengatakan, akan mengirim.panggilan resmi kepada terlapor. Jika tidak direspon, katanya, akan dilakukan pemanggilan paksa. "Kita periksa dulu staf Obor Mas yang ikut terlibat dalam kasus ini. Setelah itu baru terlapor," demikian Ahmad.

Sementara telepon genggam Albertinus R Digung sudah tidak lagi aktif sejak Sabtu pagi. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved