Gubernur NTT Frans Lebu Raya Bikin Peserta Konferensi PWI NTT Terkekeh-kekeh

dengan kekurangan lalu nekad melaksanakan HPN, tapi hasilnya sukses dan NTT semakin dikenal luas. Dampak ikutannya sektor ekonomi bertumbuh

Gubernur NTT Frans Lebu Raya Bikin Peserta Konferensi PWI NTT Terkekeh-kekeh
Pos Kupang.Com/Ferry Ndoen
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat membawakan sambuta ketika membuka Konferensi PWI NTTm di Gedung DPD RI Perwakilan NTT, di Jalan Polisi Militer, Sabtu (3/3/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, edi hayon

POS KUPANG.COM--KUPANG---Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada acara Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT menciptakan suasana penuh canda tawa.

Pasalnya, pada saat menyampaikan sambutan, Gubernur Frans menutupnya dengan sebuah ceritra tentang dua orang bos yang bodoh sehingga membuat peserta dan undangan tertawa terkekeh-kekeh.

Gubernur Frans dihadapan para undangan saat pembukaan kegiatan Konferensi PWI NTT di Aula DPD Perwakilan NTT, Sabtu (3/3/2018) mengawalinya dengan menyampaikan pengalaman ketika dilaksanakan Hari Pers Nasional (HPN) di Kupang tahun 2011.

Walau dengan kekurangan lalu nekad melaksanakan HPN, tapi hasilnya sukses dan NTT semakin dikenal luas. Dampak ikutannya sektor ekonomi bertumbuh dengan baik.

Baca: Sasongko Ajak PWI Hasilkan Wartawan yang Profesional dan Harus Uji Kompetensi Wartawan

Pada penghujung sambutannya, Gubernur Frans menceritrakan soal dua orang bos yang bodoh bercakap-cakap dengan dua anak buah mereka yang juga dinilai bodoh.

Gubernur Frans menceritakan ada dua bos yang tengah bercakap-cakap pada hari Minggu soal anakbuahnya. Kedua bos itu mengatakan kalau anakbuahnya sangat bodoh dan mau dibuktikan. Sang bos lalu memanggil anabuahnya dan menyerahkan uang Rp 100.000 untuk membeli mobil. Sang anakbuahpun lantas mengambil uang dan berangkat. Sang bos lalu berkata, "itu anakbuah saya bodoh. Mana ada mobil harga Rp 100.000, bodoh", ujar sang bos.

Baca: Tiba Tiba Mobil Bupati Kamelus Berhenti di Ruas Jalan Ruteng-Reo

Giliran bos yang satu memanggil anakbuahnya dan menyatakan untuk ke rumahnya melihat dirinya apakah ada atau tidak. Anabuahnyapun berangkat menepati permintaan sang bos. Bos itupun berkata "itu anakbuah saya bodoh. Masa saya ada di sini tapi dia mau pergi lihat saya di rumah, bodoh kan," kata sang bos.

Kedua anakbuah itupun kemudian bertemu dan saling curhat. Anakbuah pertama mengatakan bahwa bosnya itu bodoh. "Masa hari Minggu disuruh beli mobil. Toko jual mobil kan tutup. Saya pung bos itu bodoh," kata sang anakbuah.

Anabuah yang satupun tidak mau kalah. Diapun mengatakan kalau sang bos itu bodoh. "Dia kan ada HP harusnya dia telepon ke rumahnya untuk pastikan dirinya ada atau tidak. Benar kan bos saya bodoh," ujarnya.

Cerita Gubernur Frans inipun disambut canda tawa para undangan. Gubernur lalu mempersilahkan secara pribadi mengartikan cerita dua bos dan anak buah itu. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved