Undana, Disrupsi dan Inovasi

Ini patut mendapatkan apresiasi. Dukungan ini menunjukan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan

Undana, Disrupsi dan Inovasi
istimewa
Gerbang masuk ke Kampus Undana Kupang 

Oleh: Fredy Saudale, PhD
Dosen Fakultas Sains & Teknik, Undana Kupang, NTT

POS KUPANG.COM -- Pembangunan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Lahan Kering Kepulauan di Universitas Nusa Cendana (Undana) yang digagas Rektor Prof. Fred L. Benu mendapatkan dukungan positif dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Frans Lebu Raya dalam acara dialog di TVRI Kupang beberapa waktu lalu (Pos Kupang, 17/2/2018).

Ini patut mendapatkan apresiasi. Dukungan ini menunjukan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Undana demi mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering yang hasilnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Ini juga menandakan perlunya penguatan riset, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang ketahanan dan kedaulatan pangan lokal masyarakat NTT.

Dengan potensi lahan kering di NTT sekitar 1,5 juta hektar di mana baru sekitar 60% yang telah digarap, terobosan riset di Undana dan sinerginya dengan pemerintah daerah merupakan suatu keharusan.

Peningkatan jumlah penduduk NTT yang telah mencapai lebih dari 5 juta orang dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat tiap tahun akan diikuti dengan peningkatan jumlah kebutuhan pangan. Komoditas pertanian lahan kering dipercaya mampu menjadi cadangan makanan saat terjadi rawan pangan atau kenakan harga beras karena ketergantungan nasional yang masih tinggi pada impor.
Namun demikian permasalahan eksistensial seperti iklim di NTT yang ekstrem dan sulit diprediksi, hama penyakit, kekeringan, ketersediaan air dan varietas unggul, degradasi lahan, juga luruhnya biodiversitas terlihat sebagai penyebab mengapa program-program yang telah diusahakan sejauh ini tidak berjalan optimal.

Inovasi baru, terobosan yang lebih efisien dan tepat guna sudah selayaknya dikembangkan dalam mengkonversi keunggulan komparatif yang ada menjadi keunggulan kompetitif.

Tentunya Undana berada di garda terdepan dalam mewujudkan pertanian lahan kering kepulauan di NTT sebagai fokus dan unggulan riset yang diakui tidak hanya di tingkat nasional tapi juga dunia. Untuk mengubah tantangan ini menjadi peluang, Undana perlu melakukan disrupsi dalam riset, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Era Disrupsi

Kompleksitas permasalahan menuntut solusi baru yang inovatif. Inilah inovasi yang sedang dan akan menggantikan sistem lama dengan cara yang belum pernah ada, yang lebih efisien dan yang dapat meningkatkan keunggulan dan daya saing.
Dalam bukunya Disruption: Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber (2017), Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menceritakan fenomena tumbangnya beberapa perusahaan-perusahaan besar ternama seperti Kodak, Nokia, Matahari dan Blue Bird. Mereka selama ini merajai usaha bisnis fotografi, telepon genggam, retail konvensional dan taksi privat.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help