Setiap Keuskupan Utus 70 Orang Ikut NYD di Kupang

Kegiatan yang dirancang itu bertema sukacita dalam keberagamaan. Paling tidak mereka mengalami kebersamaan di rumah umat,

Setiap Keuskupan Utus 70 Orang Ikut NYD di Kupang
POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Nusra Youth Day yang digelar di Kota Kupang akan mengadirkan sekitar seribu peserta. Ribuan peserta yang akan hadir merupakan utusan dari setiap Keuskupan se Bali dan Nusa Tenggara. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS KUPANG. COM | KUPANG - Nusra Youth Day yang digelar di Kota Kupang akan mengadirkan sekitar seribu peserta.

Ribuan peserta yang akan hadir merupakan utusan dari setiap Keuskupan se Bali dan Nusa Tenggara.

"Keuskupan Agung Kupang sebagai tuan rumah. Keuskupan Ruteng, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Ende, Keuskupan Wetabula Sumba, Keuskupan Atambua, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Denpasar.

Tiap keuskupan utus 70 orang. Sedangkan di Keuskupan Agung Kupang tiap-tiap Paroki utus 10 orang dan koasi 5 orang, " jelas Ketua Panitia NYD, Rd. Dus Bone, Senin (26/2/2018).

Baca: Sepenggal Kepala Wanita Ditemukan di Dalam Koper

Rd. Dus Bone, menjelaskan, penginapan tiga hari pertama tinggal di rumah umat sedangkan tanggal 3-6 Juli mereka tinggal satu tempat contohnya di Naikoten seperti disekolah supaya untuk jemputnya gampang dan tidak mengganggu kegiatan utama.

Rd. Dus Bone, menjelaskan, koordinasi dan persiapan sudah mulai bergerak dan sudah sosialisasi ke Paroki-Paroki di Kota Kupang dan Kabupaten kupang dan TTS.

"Mereka siap untuk mensukseskan kegiatan ini kita panitia bersama umat, pastor paroki, pastor rekan, OMK yang ada. Dan pesan dari Uskup ini kegiatan besar, kami tuan rumah harus kerja baik supaya mensukseskan dengan baik kegiatan ini. 3-6 Juli fokus di Kota Kupang," jelas Rd. Dus Bone.

Baca: 10 Ribu KTP Milik Warga Kota Kupang Belum Bisa Dicetak, 20 Persen Dari Kepala Lima

Rd. Dus Bone, menjelaskan, ada tiga tempat yang menjadi tempat penjemputan para tamu.

"Intinya ada tiga titik ada yang lewat udara jemput di bandara, ada dari darat jemput di Tarus. Lewat laut jemput di Bolok dan tenau. Setelah diregistrasi di tempat itu baru di didistribusikan," jelasnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh para peserta saat live in itu tergantung peserta dan juga ada paroki yang menerima.

"Kegiatan yang dirancang itu bertema sukacita dalam keberagamaan. Paling tidak mereka mengalami kebersamaan di rumah umat," jelas Rd. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved