Pesan Ibu Tiri Kepada Anaknya yang Kini Menjadi Uskup Tanjung Selor ini Sungguh Mengharukan

Pesan ibu tiri kepada anaknya yang kini menjadi Uskup Tanjung Selor ini sungguh mengharukan.

Pesan Ibu Tiri Kepada Anaknya yang Kini Menjadi Uskup Tanjung Selor ini Sungguh Mengharukan
POS KUPANG/DION KOTA
Romo Dr. Paulinus Yan Olla, MSF, saat pentahbisan Imamat 

POSKUPANG.COM, KEFA - Tak selamanya ibu tiri itu kejam. Buktinya, Petronela Bifel bisa menjadi ibu tiri yang penuh kasih untuk Pater Dr. Paulinus Yan Olla, MSF yang saat ini dipercaya sebagai Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Sejak Usia 13 tahun atau tepatnya tahun 1976, Romo Paulinus sudah harus kehilang ibu tercinta, Theresia Naben yang meninggal saat melahirkan anak ke-8. Setahun berselang, Ayah Romo Paulinus, Amatus Olla memilih nikah lagi dengan Petronela Bifel.

Petronela yang kala itu masih berusia 19 tahun mampu memerankan peran seorang ibu untuk Romo Paulinus dan saudara-saudarinya dengan baik. Dirinya memperlakukan Romo Paulinus dan saudara-saudarinya seperti anak sendiri.

Romo Dr. Paulinus Yan Olla, MSF, yang kini adalah Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara
Romo Dr. Paulinus Yan Olla, MSF, yang kini adalah Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara (POS KUPANG/DION KOTA)
Pater Paulinus Olla di rumahnya di ‎Seoam‎, Eban Kabupaten TTU
Pater Paulinus Olla di rumahnya di ‎Seoam‎, Eban Kabupaten TTU (POS KUPANG/DION KOTA)

Dengan cinta yang tulus, Petronela sukses merebut hati Romo Paulinus. Romo Paulinus merasa nyaman dengan kehadiran Petronela. Bahkan ia lebih dekat dengan Petronela ketimbang Ayahnya.

Ketika mendengar anaknya, Romo Paulinus dipercaya menjadi seorang uskup di Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Petronela tak kuasa menahan air mata kebahagiannya.

Petronela mengaku dirinya sangat bahagia dengan kepercayaan yang diberikan Bapa Suci kepada anaknya. Dirinya berharap anaknya bisa menjalankan tugas dengan baik dan terus setia dalam panggilannya.

"Saya berdoa agar Pater Paulinus dikuatkan agar setia dengan panggilannya. Pater Sudah memilih untuk menjadi seorang imam maka harus taat dan setia dalam menjalankan tugas sebagai Uskup," pesannya Petronela sambil menyapu air mata yang mulai membawahi pipinya.

Petronela bercerita, awal panggilan Romo Paulinus bermula ketika Paulinus kecil sering sakit-sakitan. Karena tak kunjung sembuh, Ayah Paulinus, Amatus Olla membawa anaknya tersebut ke Paroki Eban dan bertemu dengan Pater Teodorus La Frezen.

Pater Teodorus kemudian memercikan Paulinus kecil dengan air berkat usai didoakan. Setelah didoakan, Amatus berjanji jika Paulinus sembuh dirinya akan menyekolahkan anaknya di sekolah misi agar bisa menjadi seorang imam. Ternyata, setelah didoakan dan diperciki dengan air suci, Paulinus kecil. pun sembuh.

"Awalnya memang bapaknya yang mendorong Paulinus agar bersekolah di sekolah misi agar bisa menjadi imam. Hal itu untuk memenuhi janjinya kepada Pater Teodorus. Namun setelah tamat dari SMP Xaverius Kefamenanu, Pater Paulinus sendiri yang memilih untuk masuk seminari menengah Lalian, Atambua dan melanjutkan studynya di Seminari Tinggi, Yogyakarta," tutur wanita yang sudah berusia 56 tahun ini.

Petronela Bifel membuka album foto untuk mempelrihatkan foto-foto anaknya, Pater Dr. Paulinus Yan Olla, MSF
Petronela Bifel membuka album foto untuk mempelrihatkan foto-foto anaknya, Pater Dr. Paulinus Yan Olla, MSF (POS KUPANG/DION KOTA)

Petronela mengatakan, Pater Paulinus sebagai sosok tenang yang tidak suka mengeluh. Sejak kecil Pater Paulinus tidak suka meminta uang atau meminta dibelikan sesuatu oleh kedua orang tuanya. Dirinya memilih fokus belajar hingga tak jarang Pater Paulinus kecil sering mendapat rengking di kelas.

Pater Paulinus sangat senang dengan anak-anak. Jika berlibur ke Eban, hampir sebagian besar waktunya dihabiskan dengan para keponakannya, baik hanya sekedar jalan-jalan atau berfoto ria.

"Pater ini sejak kecil tidak suka mengeluh minta uang atau minta dibelikan barang-barang. Anaknya tenang sekali. Kalau dia minta sesuatu, pasti itu barang yang sangat ia butuh. Itu pun mintanya kepada saya bukan ayahnya," sebut Petronela.

Untuk diketahui, Pater Paulinus ditahbisan menjadi seorang imam pada tanggal 28 Agustus tahun 1992 di Yogyakarta oleh uskup pentahbis Mgr. Yulius Dharma Admaja. Di tahun 2008, Pater Paulinus harus kehilangan ayah tercinta, Amatus Olla akibat penyakit gula darah. (din)

Penulis: Dion Kota
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved