Memaksimalkan Politik Berintegritas dalam Pilgub NTT Tahun 2018

Kesejahteraan rakyat sebagai hukum tertinggi dapat direalisir sejauh cara yang dikedepankan politisi dalam proses meraih

Memaksimalkan Politik Berintegritas dalam Pilgub NTT Tahun 2018
ilustrasi

Oleh: Maxi Un Bria
Alumni Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang, Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang

Salus Populi Suprema Lex Esto,
Hendaknya kesejahteraan rakyat menjadi hukum tertinggi (Cicero )

POS KUPANG.COM -- Politik dalam arti luas dimaknai sebagai cara atau kebijaksanaan (policy) untuk mencapai tujuan (Marbun, 2013,Kamus Politik, h.294).

Dalam arti tertentu, politik itu seni mempengaruhi orang lain dengan cara yang santun, menarik dan cerdas menawarkan program-program strategis agar mendapatkan dukungan, kepercayaan dan kekuasaan demi memperjuangkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan dan hukum tertinggi dalam kepemimpinan.

Kesejahteraan rakyat sebagai hukum tertinggi dapat direalisir sejauh cara yang dikedepankan politisi dalam proses meraih kekuasaan menggunakan cara yang benar, jujur, santun dan adil.

Politik yang demikian berorientasi pada terwujudnya bonum commune dan menegaskan wajah perpolitikan yang berkualitas dan yang berintegritas.

Sebaliknya bila para politisi dalam proses meraih kekuasaan, gemar mengedepankan politik uang dan politisasi suku, agama dan ras (SARA) untuk mendulang pengaruh dan kepercayaan, besar kemungkinan kesejahteraan rakyat sebagai hukum tertinggi cenderung beralih menjadi kesejahteraan politisi dan kelompok.

Pemaknaan terhadap politik berintegritas dapat dilakukan politisi yang berupaya mengerahkan seluruh hati, pikiran dan energi serta berorientasi pada terwujudnya cita-cita pembangunan nasional yakni kesejahteraan rakyat.

Pada saat yang sama politik berintegritas ikut ditandai adanya kesadaran rakyat sebagai pemilih untuk tidak meminta apapun secara material, yang terkesan agak memeras dan menguras para politisi selama proses hajatan pemilihan gubernur berlangsung.

Karena jika demikian mungkin kita sedang ikut menodai ketulusan dan kejujuran dalam memberikan dukungan.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help