Baharudin Bilang Kampanye Udara Lebih Berbahaya

oknum akan menggunakan akun media sosial (medsos) yang berlebihan dengan menebar fitnah termasuk menebar isu SARA maupun money politic

Baharudin Bilang Kampanye Udara Lebih Berbahaya
POS KUPANG.COM/EDI HAYON
Komisioner Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah (tengah) ketika tampil sebagai salah satu nara sumber di Neo Aston Hotel, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edi Hayon

POS KUPANG.COM, KUPANG - Komisioner Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah menyoroti tahapan kampanye yang tengah dilakukan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di 10 kabupaten penyelenggara pilkada, juga pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT.

Menurut Baharudin, kampanye yang paling berbahaya bukan kampanye di darat tetapi kampanye udara.

"Sekarang ini tahapan kampanye. Berbagai cara dilakukan dalam bentuk kampanye hitam. Saya ilustrasikan soal kampanye itu ada dua kampanye darat dan kampanye udara. Kampanye udara itu sangat berbahaya dimana para oknum akan menggunakan akun media sosial (medsos) yang berlebihan dengan menebar fitnah termasuk menebar isu SARA maupun money politic.

Makanya saya ajak semua elemen untuk membantu panwaslu guna mengawasi seluruh tahapan agar berjalan aman dan sukses. Siapapun yang terpilih tentu merupakan pilihan bersama dan wajib dihormati," kata Baharudin, ketika menjadi pembicara pada Rakor Pengawasan Partisipatif di Neo Aston Hotel Kupang, Kamis (22/2/2018).

Hal yang sama juga ditegaskan Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, S.Ik. Indera mengingatkan warga yang menggunakan akun media sosial (medsos) dalam tahapan pilkada agar berhati-hati.

Warga hendaknya santun menyampaikan pendapat dan tidak boleh menyudutkan pihak lainnya.Jika ada oknum yang melakukan kampanye hitam maka akan ditindak tegas.

"Berbagai cara akan dilakukan warga juga pendukung dan simpatisan melakukan kampanye terutama di medsos. Terhadap penggunaan medsos ini diharapkan tidak menyerang para pihak dengan melakukan kampanye hitam. Apabila ada oknum tersebut maka polisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas," tegas Indera. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved