Begini Peta Rawan Pilkada di Nusa Tenggara Timur

Untuk menciptakan pilkada yang kondusif Polda NTT menerjunkan 9.800 personel gabungan. Personel gabungan baik

Begini Peta Rawan Pilkada di Nusa Tenggara Timur
NET
ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Polri memetakan daerah-daerah yang rawan mengalami gangguan saat pilkada. Secara nasional ada beberapa daerah yang dikategorikan sebagai daerah rawan, yakni Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Bagaimana dengan NTT? Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman dan jajarannya telah menandai tiga daerah yang rawan konflik yakni Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kabupaten Alor dan Ende.

Untuk menciptakan pilkada yang kondusif Polda NTT menerjunkan 9.800 personel gabungan. Personel gabungan baik TNI dan Polri akan disiagakan untuk mengamankan jalannya pilkada serentak pada Juni mendatang.

Saat ini jumlah total personel Polda NTT kurang lebih 11 ribu. Dua pertiga dari jumah itu akan mengamankan pilkada. Pasukan yang telah disiapkan terdiri dari 6.600 personel Polri dan 3.200 personel dari TNI-AD, belum termasuk Satpol PP dan pihak lainnya seperti linmas.

Kapolda mengingatkan seluruh rakyat NTT jangan merusak atau menggangu jalannya pilkada. Kalau ada yang berani menjadi provokator yang kemudian berujung pada konflik sudah pasti ditindak secara hukum.

Kesiapan juga disampaikan Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa. Danrem mengatakan 3.200 personel TNI sudah siap. TNI memberi perhatian penuh pada 10 kabupaten yang menggelar pilkada serta pilgub NTT. Kita memberi apresiasi terhadap Polri dan TNI di daerah ini sudah siap mengamankan pilkada serentak.

Saat ini tahapan pilgub dan pilkada memasuki masa kampanye putaran kedua. Untuk pilgub, KPU NTT membaginya dalam empat zona kampanye, yakni zona Timor, zona Flores Barat, Flores bagian timur hingga Alor dan zoan Rote, Sabu dan Sumba. Keempat pasaangan calon sudah bergerak sesuai dengan zona yang telah dibagi. Sejauh ini suasana kampanye berjalan damai.

Kita berharap pasangan calon serta tim sukses selalu menciptakan suasana damai. Ikrar kampanye damai harus betul-betul ditegakkan sehingga rakyat tidak diadu domba yang untuk kepentingan sesaat.

Dalam pesta demokrasi lima tahunan. masyarakat tidak boleh dibodohi elit politik yang ingin meraih kekuasaan dengan cara-cara instan, cara-cara yang melanggar aturan.

Suasana persaudaraan yang terjaga selama ini, diharapkan tetap terpelihara. Kita berharap para elit politik betul-betul menghindari SARA dalam kampanye karena SARA mudah memicu konflik.

Kita juga berharap peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk menjaga suasana damai, aman dan tertib serta tidak mudah terprovokasi berbagai isu yang dapat memecah-belah.

Harapan kita semua pilkada serentak sepuluh kabupaten dan pilgub berlangsung aman hingga melahirkan pemimpin yang benar-benar sesuai kehendak rakyat, bukan pemimpin yang lahir dari kecurangan dan rekayasa elit.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help