Penyidik Polres Belu Belum Tetapkan Tersangka Terkait Kasus Pungli

Pengakuan Marselus, ada keterlibatan seorang perempuan yang memberi janji kepadanya untuk menjadi anggota DPRD Provinsi NTT

Penyidik Polres Belu Belum Tetapkan Tersangka Terkait Kasus Pungli
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Jemy Noke 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Penyidik Polres Belu masih mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan Marselus Kiik Asa. Saat ini, penyidik tengah mendalami adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Jemy O. Noke,S.H saat dikonfirmasi Pos Kupang, Selasa (20/2/2018) sore. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, penyidik belum menetapkan keduanya sebagai tersangka karena penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti.

Dikatakanya, Marselus Kiik Asa bersama istrinya Theresia Hati serta Gaudensia Fouk masih status saksi. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan polisi masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkapan kasus tersebut.

"Karena sesuai pengakuan Marselus, ada keterlibatan seorang oknum perempuan yang memberi janji kepada Marselus untuk menjadi anggota DPRD Provinsi NTT," ungkapnya.

Menurut Jemy, untuk mengetahui keterlibatan orang lain dalam kasus ini perlu mengumpulkan bukti-bukti yang lebih banyak. Apalagi korban pungli cukup banyak.

Baca: Pengadaan Meteran Air Terindikasi Bermasalah, Begini Tanggapan Direktur PDAM Wae Mbeliling

Marselus Kiik Asa bersama istrinya Theresia Hati ditangkap aparat kepolisian Polres Belu karena diduga terlibat dalam kasus pungli. Keduanya diduga melakukan pungutan liar kepada masyarakat dengan nilai bervariasi Rp antara 300 ribu sampai Rp 400 ribu per orang.

Modusnya, pelaku menjanjikan kepada masyarakat untuk mendapatkan bantuan perumahan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Daerah Tertinggal dengan nilai bantuan Rp 40 juta.

Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat wajib mendaftarkan diri dan menyetorkan uang ke pelaku. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help