Pilkada Serentak

KPU Larang Foto Presiden dan Wapres Dijadikan Alat Kampanye, Gimana dengan Foto Petahana?

"Foto presiden dan wakil presiden sekarang itu simbol negara. Tidak boleh dijadikan alat-alat kampanye dipasang di pinggir jalan."

KPU Larang Foto Presiden dan Wapres Dijadikan Alat Kampanye, Gimana dengan Foto Petahana?
IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - KPU melarang foto presiden dan wakil presiden digunakan sebagai alat kampanye pasangan calon di Pilkada serentak 2018.

Ada 171 daerah akan mengikuti Pilkada.

Masa kampanye sendiri telah dimulai sejak 15 Februari hingga 23 Juni 2018.

"Foto presiden dan wakil presiden sekarang itu simbol negara. Tidak boleh dijadikan alat-alat kampanye dipasang di pinggir jalan," kata Ketua KPU RI, Arief Budiman di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Baca: Surat Cinta Marianus Sae untuk Emi Nomleni dan Relawan MS-Emi

Namun berbeda, jika foto presiden terdahulu yang kemudian saat ini menjadi pengurus partai politik digunakan sebagai alat kampanye pasangan calon tertentu.

"Kalau pengurus parpol kebetulan mantan presiden ya enggak apa-apa silakan saja. Tapi kalau bukan pengurus parpol kita melarang," ucap Arief.

Lebih lanjut, Arief menerangkan bahwa hakekat kampanye adalah penyampaian visi dan misi, serta bukan sekedar memajang gambar atau foto tertentu.

Baca: Gunung Sinabung Meletus, Semburan Abunya Menyerupai Monster Raksasa, Simak Foto dan Videonya!

"Jadi kita ingin mengubah cara pikir selama ini yang sedang berkembang yang selalu ada menampilkan gambar tapi tidak menjelaskan visi misi program apa," kata dia.

Halaman
12
Tags
Pilkada
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved