Paslon tak Hiraukan Imbauan Panwaslu Sikka

Perintah Panwas Kabupaten Sikka kepada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sikka di Pulau Flores menertibkan alat peraga pasangan calon, belum digubris.

Paslon tak Hiraukan Imbauan Panwaslu Sikka
POS KUPANG/EGINIUS MO'A
Gambar pasangan calon di depan Gelora Samador, Jalan Gajah Mada, Kota Maumere, Pulau Flores, Senin (19/2/2018).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Perintah Panwas Kabupaten Sikka kepada pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sikka di Pulau Flores menertibkan alat peraga pasangan calon, belum digubris.

Memasuki satu pekan sejak permintaan penertiban itu dan mulai tahapan kampanye, banyak gambar paslon gentayangan di sisi ruas jalan.

Pantauan Pos-Kupang.Com, Senin (19/2/2018), masih banyak baliho paslon yang terpasang di semua ruas jalan utama di Kota Maumere.

Tempat yang paling ramai di depan Gelora Samador, pertigaan Jalan El Tari, semua gambar paslon bupati dan wakil bupati maupun gubernur dan wakil gubernur masih kokoh terpasang.

Ketua Panwaslu Sikka, Harun Al-Rasyid, mengatakan, pihaknya telah mengimbau setiap paslon menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang sudah terpasang karena sudah memasuki masa kampanye.

Menurutnya, selama masa kampanye, APK yang resmi hanya berasal dari KPUD Sikka. Karena itu, setiap paslon tidak diperbolehkan memasang sendiri APK seperti baliho, poster atau spanduk.

"Kami sudah imbau tiap paslon untuk tertibkan APK mereka. Bahkan sudah empat kali kami sampaikan tapi sampai saat ini belum dilaksanakan dengan baik," ujar Harun.

Menurut PKPU Nomor 4 Tahun 2017, APK yang disiapkan KPU berupa selebaran, brosur, baliho, pamflet. Sementara APK yang boleh disiapkan para paslon berupa pakaian, penutup kepala, alat minum, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, payung dan stiker paling besar 10 x 5 cm. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved