Proyek Semenisasi 2016 di Bukit Seburi II Diduga Bermasalah

Kualitas pekerjaan proyek semenisasi tahun 2016 di ruas jalan Bukit Seburi 2-Danibao-Nimun Danibao, masih menyisakan kekecewaan

Proyek Semenisasi 2016 di Bukit Seburi II Diduga Bermasalah
ISTIMEWA
Ignas Tukan

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Kualitas pekerjaan proyek semenisasi tahun 2016 di ruas jalan Bukit Seburi 2-Danibao-Nimun Danibao, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur masih menyisakan kekecewaan bagi anggota DPRD Flotim, Ignas Tukan.

Pasalnya, pengerjaan ruas jalan yang menghabiskan anggaran negara sekira Rp 900 juta tahun 2015, dan Rp 500 juta tahun 2017 itu diduga dibangun di lokasi yang sama.

Karena itu, Ignas Tukan tetap mendorong agar penegak hukum, baik polisi maupun jaksa bisa mengusut dugaan kerugian negara dari pembangunan ruas jalan tersebut.

"Jelas kecewa sekali, kualitas sangat diragukan dan ini tidak baik. Sangat merugikan masyarakat," kata Ignas Tukan kepada Pos Kupang.com Kamis (15/2/2018).

Ignas Tukan menduga volume pekerjaan ruas jalan itu tidak sesuai dengan spek, baik lebar maupun panjang jalan.

"Bahkan rabat jalan dibangun di atas aset desa, di atas lapangan bola kaki," kata Ignas Tukan.

Pembangunan ruas jalan ini pada 2016 lalu pernah mendapat protes masyarakat.

Petrus Doni Nuren (52) dan Dominikus Doni Nuren mengajukan protes ke Komisi B DPRD Flotim dan diterima oleh Ignas Tukan dan Agustinus Payong Boli (Wakil Bupati Flotim saat masih di DPRR, Red), Senin (25/4/2016).

Pengaduan masyarakat ini langsung mendapat respon dari Komisi B dan menggelar rapat dengan Kadis PU Flotim, John Fernandez Selasa (24/5/2016).

John Fernandez kala itu menjelaskan nomenklatur pembangunan ruas jalan Bukit Seburi 2 adalah "tersebar" dengan catatan memilih lokasi yang jadi prioritas masyarakat.

Namun kontraktor kala itu diadukan masyarakat karena membangun rabat jalan di atas aset desa yakni lapangan sepakbola setempat. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help