Lilin Hanguskan Rumah Arianto di Kefamenanu

Rumah Arianto Santar, warga Banaob, RT 15, Kelurahan Maubeli, Kabupaten TTU, terbakar, Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 19.00 Wita.

Lilin Hanguskan Rumah Arianto di Kefamenanu
POS KUPANG/TENI JENAHAS
PADAMKAN API - Petugas dari BPBD Kabupaten TTU saat berusaha memadamkan api di rumah Arianto Santar, Kamis (15/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU - Rumah Arianto Santar, warga Banaob, RT 15, Kelurahan Maubeli, Kabupaten TTU, terbakar, Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 19.00 Wita.

Kebakaran disebabkan api dari lilin yang terpasang dalam kamar tidur lalu merambat ke pakaian dan kasur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun pemilik rumah mengalami kerugian material berupa pakaian dan barang lainnya.

Wihelmus Abi yang ditemui mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Kebakaran disebabkan api lilin yang dipasang oleh anak-anak dalam kamar saat listrik padam.

Api lilin kemudian merambat pakaian yang menempuk dalam kamar hingga merambat kasur.

"Tadi itu listrik padam. Jadi karena gelap, anak-anak pasang lilin di kamar. Mereka pasang lilin dekat pakaian. Mungkin api sambar di pakaian terus kena di kasur. Saya masuk begini api sudah besar, jadi saya panik," tutur Wihelmus yang adalah bapak mantu dari Arianto Santar.

Menurut Wihelmus, beruntung api cepat dipadamkan sehingga tidak merambat ke semua bangunan rumah. Kebakaran hanya terjadi di satu kamar tidur sedangkan dua kamar lainnya masih kondisi baik.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran yang telah berusaha memadamkan api.

Warga tetangga, Daniel Sila kepada wartawan mengatakan, saat kebakaran, Arianto Santar sedang menjaga kios di depan rumah yang jaraknya sekitar 30-an meter. Di rumah hanya anak-anak, istri dari Arianto dan bapak mantu.

Saat kebakaran, penghuni rumah berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Mendengar teriakan itu, warga mendatangi lokasi dan langsung membantu memadamkan api. Saat itu, api mulai membesar namun belum merambat ke plafon rumah.

Dengan peralatan seadannya, warga menimba air sumur yang berada di depan rumah untuk memadamkan api dan api berhasil dipadamkan sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Kami datang bawa dengan ember langsung ambil air dan siram. Untung ada air sumur," kata Daniel. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help